detikfinance

Gajah Tunggal Konversi Obligasi US$ 435,2 Juta

Indro Bagus SU - detikfinance
Kamis, 23/07/2009 17:25 WIB
Foto: Indro/detikFinance
Jakarta - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) segera menukar (Exchange Offer) obligasi lama senilai US$ 420 juta menjadi obligasi baru senilai US$ 435,2 juta. Jatuh tempo obligasi diperpanjang menjadi 2014.

Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2009).

Pada 21 Juli 2009, GJTL menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) guna membahas masalah potensi gagal bayar obligasi perseroan senilai US$ 420 juta yang diterbitkan tahun 2005.

Pada tahun 2005, GJTL menerbitkan obligasi senilai US$ 420 juta dengan kupon bunga sebesar 10,25%. Obligasi ini jatuh tempo pada 2010. GJTL mengalami kesulitan membayar kupon bunga sebesar US$ 21,5 juta yang harus dibayarkan pada 21 Juli 2009.

Akibat kesulitan membayar bunga obligasi, pada 12 Juni 2009 GJTL menawarkan obligasi baru senilai US$ 441,5 juta yang masa jatuh temponya diperpanjang hingga 2014. Obligasi baru tersebut rencananya ditukar dengan obligasi lama senilai US$ 420 juta.

Pada 6 Juli 2009, GJTL telah menggelar RUPO untuk meminta persetujuan pemegang obligasi soal penukaran obligasi tersebut. Namun keputusan final belum diperoleh dari RUPO tersebut.

Oleh sebab itu, perseroan menggelar RUPO pada 21 Juli 2009 guna memperoleh persetujuan pemegang obligasi atas penawaran tukar guling obligasi lama dengan obligasi baru.

"RUPO 21 Juli 2009 telah menyetujui resolusi menukar obligasi lama dengan obligasi yang baru senilai US$ 435,2 juta," ujar Direktur GJTL, Catharina Widjaja.

RUPO juga menyepakati pembayaran sebagian kewajiban bunga obligasi lama sebesar US$ 6,3 juta dari seharusnya US$ 21,5 juta. Dengan kesepakatan tersebut, ditetapkan obligasi lama senilai US$ 420 juta ditukar dengan obligasi baru sebesar US$ 435,2 juta. Jatuh tempo obligasi baru pada 2014.

Bunga obligasi berubah dari 10,25% menjadi 5-10,25% dengan empat periode. Periode 21 Juli 2009-20 Juli 2011 bunga obligasi 5%, 21 Juli 2011-20 Juli 2012 (6%), 21 Juli 2012-20 Juli 2013 (8%), dan 21 Juli 2013 hingga jatuh tempo 10,25%.



(dro/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.