detikfinance

Air Minum Dalam Kemasan Wajib SNI

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Jumat, 24/07/2009 17:21 WIB
Air Minum Dalam Kemasan Wajib SNI Foto: Depperin
Jakarta -Pemerintah menerapkan kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Kelayakan mutu sesuai SNI harus dievaluasi minimal setahun sekali.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian nomor 69/M-IND/PER/7/2009, setiap AMDK wajib membubuhkan tanda SNI pada setiap kemasan atau labelnya. Untuk mendapatkan tanda SNI tersebut, produk AMDK harus melewati rangkaian tes tertentu untuk mendapat sertifikasi.

"Setiap AMDK yang diperdagangkan di dalam negeri yang berasal dari hasil produksi dalam negeri atau impor wajib memenuhi ketentuan SNI," demikian isi Permenperin yang dikutip detikFinance, Jumat (24/7/2009).

Pengujian mutu tersebut dapat disubkontrakkan kepada laboratorium penguji yang telah diakreditasi oleh KAN/ditunjuk Menteri Perindustrian atau disubkontrakkan pada laboratorium penguji di luar negeri. Namun laboratorium luar negeri itu harus mempunyai Perjanjian Saling Pengakuan atau Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara KAN dengan badan akrediatasi negara yang bersangkutan, serta perjanjian bilateral atau multilateral di bidang regulasi teknis negara yang bersangkutan dengan Indonesia.

Kewajiban SNI tersebut juga berlaku bagi produk AMDK impor. Jika produk AMDK impor tersebut tidak memenuhi standard, maka produk AMDK itu dilarang masuk Indonesia dan harus diekspor kembali atau dimusnahkan.

Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penerapan SNI AMDK dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembina Industri sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.

"Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," demikian isi aturan tersebut.

Aturan ini berlaku dalam 6 bulan sejak ditetapkan pada 3 Juli 2009. Pelaku usaha pun mendapat tenggang waktu untuk memenuhi persyaratan standarisasi tersebut dalam waktu 12 bulan.
(lih/qom)



Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
  • Boediono: Kondisi Beda dengan 1997/1998 dan 2008 Rabu, 26/08/2015 07:44 WIB
    Wawancara Khusus
    Boediono: Kondisi Beda dengan 1997/1998 dan 2008
    Pemikiran-pemikirannya soal kebangsaan dan ekonomi masih melekat, Boediono terus mengikuti perkembangan ekonomi terkini, di dalam maupun luar negeri.‎


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut