Pemerintah Kenakan BK Batubara Jika Harga Tinggi
Sabtu, 25/07/2009 13:02 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Pemerintah akan menerapkan pengenaan tarif bea keluar (BK) terhadap produk batubara jika harga komoditas ini melonjak tajam, namun besarannya belum ditentukan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (25/7/2009).
"Jika harga tinggi maka pemerintah diminta untuk mempertimbangkan untuk memberlakukan BK. Kalau harga abnormal pemerintah bisa saja mengambil manfaat dari situ," ujarnya.
Anggito mengatakan harga batubara saat ini masih normal, namun pemerintah ingin memberikan sinyal jika harga batubara melonjak tajam, pemerintah akan mengambil keuntungan.
"Dulu kita kenakan PE (Pungutan Ekspor) tapi dikira double PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Sekarang bea keluar kan bukan PNBP. Keputusan itu bisa dipakai sekarang kalau diperlukan, tapi harganya masih jauh, kalau harga tinggi ya kita manfaatkan," tuturnya.
Sebelumnya, Panitia Anggaran DPR merekomendasikan kepada pemerintah untuk mempertimbangkan pengenaan bea keluar terhadap harga batubara yang berada pada tingkat harga di atas normal, guna mengamankan kebutuhan pasar dalam negeri dan memperolah tambahan pendapatan negara.
(dnl/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (25/7/2009).
"Jika harga tinggi maka pemerintah diminta untuk mempertimbangkan untuk memberlakukan BK. Kalau harga abnormal pemerintah bisa saja mengambil manfaat dari situ," ujarnya.
Anggito mengatakan harga batubara saat ini masih normal, namun pemerintah ingin memberikan sinyal jika harga batubara melonjak tajam, pemerintah akan mengambil keuntungan.
"Dulu kita kenakan PE (Pungutan Ekspor) tapi dikira double PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Sekarang bea keluar kan bukan PNBP. Keputusan itu bisa dipakai sekarang kalau diperlukan, tapi harganya masih jauh, kalau harga tinggi ya kita manfaatkan," tuturnya.
Sebelumnya, Panitia Anggaran DPR merekomendasikan kepada pemerintah untuk mempertimbangkan pengenaan bea keluar terhadap harga batubara yang berada pada tingkat harga di atas normal, guna mengamankan kebutuhan pasar dalam negeri dan memperolah tambahan pendapatan negara.
(dnl/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
