detikfinance

Rawan Proteksionisme, Australia Tolak Istimewakan Usaha Lokal

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Minggu, 26/07/2009 17:35 WIB
Foto: Kevin Rudd (AFP)
Melbourne - Pemerintah Australia menolak desakan untuk memberi keistimewaan pada perusahaan lokal dalam realisasi stimulus senilai US$ 40,8 miliar. Menurut Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, kebijakan tersebut mengarah ke proteksionisme dan bisa memicu perang dagang.

Rudd mengakui, memang banyak perusahaan Australia yang bergantung pada pasar ekspor yang kini sedang melemah. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi alasan bagi perusahaan lokal untuk mendapat keistimewaan dibandingkan perusahaan dari luar Australia.

"Kita harus menghindari segala bentuk proteksionisme yang bisa memicu proteksi balasan dari negara-negara lain di dunia. Dan hal seperti itu lah yang akan terjadi," katanya seperti dikutip AFP, Minggu (26/7/2009).

Sementara Menteri Keuangan Australia Lindsay Tanner mengatakan, pihaknya memahami desakan dari asosiasi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan keistimewaan, terutama di tengah penurunan ekonomi dunia saat ini. Namun baginya, keistimewaan tersebut tidak akan banyak membantu perusahaan lokal untuk bertahan.

"Jika kami memberikan keistimewaan sehingga persaingan bisnis menjadi tidak adil, hal itu tidak akan memberikan manfaat jangka panjang. Sebaliknya, hal itu justru akan mengarah ke proteksionisme dan menjadi musibah bagi ekonomi Australia ke depannya. Dan kami sudah berkomitmen penuh untuk menghindarinya (proteksionisme)," kata Tanner kepada stasiun televisi Channel 10.

Sebelumnya, asosiasi pekerja manufaktur Australia, The Australian Manufacturing Workers Union (AMWU) mengatakan sebanyak 76.000 pekerja di sektor manufaktur sudah kehilangan pekerjaan dalam 12 bulan terakhir.

Sekretaris Nasional AMWU, Dave Oliver menyatakan pemerintah seharusnya bisa mengoptimalkan anggaran stimulus sebesar 50 miliar dolar Australia (US$ 40,8 miliar) dengan memprioritaskan perusahaan-perusahaan lokal.

"Ini mengenai optimalisasi konten lokal untuk mendapatkan timbal balik yang terbaik," katanya.


(lih/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.