detikfinance

Industri Pakan Ternak Tagih Bea Masuk Bahan Baku 0%

Suhendra - detikfinance
Rabu, 29/07/2009 16:40 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Industri pakan ternak dalam negeri mendesak agar bea masuk bahan baku dikenakan 0%. Pengenaan bea masuk 0% diharapkan bisa menekan harga pakan ternak di dalam negeri yang selama ini rentan dengan fluktuasi kurs dan harga bahan baku impor.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Pakan Ternak Askam Sudin mengatakan selama ini bahan baku pakan ternak (unggas) umumnya berasal dari jagung kuning dimana 10% impor, tepung ikan 90% impor. Sedangkan untuk MBM, Bungkil Kedele, Rape Seed Meal, Corn Gluten Meal, Calcium  Phosphate, feed additive dan vitamin hampir 100% impor.

"Sekarang ini bea masuk sebesar 5%, seharusnya sudah dihilangkan, kalau belum maka cost production akan tinggi. Katanya Juli tahun lalu akan ditinjau, sampai sekarang belum dihilangkan," ucapnya di kantor Kadin, Rabu (29/7/2009).

Pengenaan bea masuk nol persen, menurutnya akan menekan harga produksi, yang ujung-ujungnya akan menekan harga jual. Selama ini sektor pakan ternak, sangat menopang industri peternak di dalam negeri khususnya untuk sektor unggas.

Ia menjelaskan saat ini industri pakan ternak hanya berproduksi 70% dari kapasitas produksi 14 juta ton per tahun, tahun 2009 ini diperkirakan produk pakan ternak dalam negeri hanya  8,13 juta ton.

"Saat ini harga Jagung  dari Januari-Juli 2009, yaitu dari US$ 195 per ton menjadi  US$ 220 per ton," imbuhnya.

Ia menambahkan selama ini komponen jagung berkontribusi 80% dari setiap produksi pakan ternak termasuk dari jagung impor dan lokal. Pada tahun 2008 lalu impor jagung untuk pakan ternak hanya  170.000 ton atau menukik turun dari tahun 2006  yang sempat menembus 1.760.000 ton.

"Kita mengutamakan jagung lokal karena fresh, tidak harus cash, impor pun belum tentu bagus," ucapnya.



(hen/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.