detikfinance

BUMI Kuasai 44% Nilai Perdagangan, IHSG Melonjak

Nurul Qomariyah - detikfinance
Kamis, 30/07/2009 12:12 WIB
//images.detik.com/content/2009/07/30/6/Trading1-dalam.jpg
Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan hari ini dengan lonjakan yang cukup besar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat paling atraktif dan menguasai lebih dari 40% nilai perdagangan.

Saham BUMI tercatat naik Rp 150 menjadi Rp 2.350 dengan nilai perdagangan mencapai Rp 1,4 triliun atau sekitar 44% dari nilai transaksi di seluruh pasar.

Selain saham BUMI, kenaikan IHSG juga didorong oleh atraktifnya saham-saham setelah sebelumnya mengumumkan laba yang solid.

IHSG pada penutupan sesi I, perdagangan Kamis (30/7/2009) tercatat naik hingga 31,215 poin (1,40%) ke level 2.257,027. Indeks LQ 45 juga naik 6,098 poin (1,40%) ke level 442,196. Sementara rupiah masih stabil di 9.950 per dolar AS.

Bursa-bursa regional bergerak cukup variatif. Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan penguatan 3,25 poin (0,03%) ke level 10.116,49. Indeks Hang Seng pada sesi I ditutup melemah 71,69 poin (0,36%) ke level 20.063,81.

Sementara Bursa China yang kemarin merosot tajam, masih bergerak melemah setelah sempat dibuka menguat. Shanghai Composite Index turun 37,69 poin (1,15%) ke level 3.228,75.

Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi sebanyak 68.840 kali pada volume 3.700 juta lembar saham senilai Rp 3,180 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 63 saham turun dan 54 saham stagnan.

Saham-saham perbankan yang mencatat kenaikan harga antara lain Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 menjadi Rp 3.850, BRI (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 7.200, BCA (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 3725, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 75 menjadi Rp 4675, BNI (BBNI) naik Rp 30 menjadi Rp 1.810.

Sementara saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 750 menjadi Rp 27.850, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 menjadi Rp 12.250, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 menjadi Rp 25.100.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 10 menjadi Rp 530, London Sumatera Plantation (LSIP) turun Rp 50 menjadi Rp 6.600, Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 20 menjadi Rp 1.750.
(qom/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut