detikfinance

Laba OCBC NISP Naik 10,4%, Kredit Minus 6%

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 30/07/2009 18:14 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 162,3 miliar pada semester I-2009 atau tumbuh 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 146,964 miliar.

Demikian disampaikan dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Kamis (30/7/2009).

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh peningkiatan pendapatan bunga bersih sebesar 26,6% dari Rp 654,6 miliar menjadi Rp 829 miliar serta peningkatan pendapatan non bunga sebesar 50.3% dari Rp 185,3 miliar menjadi Rp 278,4 miliar.

Tingginya pertumbuhan pendapat non bunga ini disumbang antara lain oleh pendapatan dari transaksi valuta asing yang tumbuh mencapai 188,4%.

Kredit Tumbuh Negatif

Akan tetapi pertumbuhan kredit OCBC NISP sepanjang semester I-2009 tumbuh negatif 6% menjadi Rp 18,9 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 20,2 triliun.

Penurunan kredit ini disebabkan karena lebih besarnya pembayaran angsuran kredit yang dilakukan debitur dibandingkan dengan kredit baru yang disalurkan.

Selain itu perseroan juga sangat selektif di dalam menyalurkan kredit baru dengan pertimbangan kondisi perekonomian global yang belum stabil.

Meskipun begitu, rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan pada semester I-2009 cukup terjaga, dimana NPL gross sebesar 3,91% dan NPL net 1,89%.

Berdasarkan sektor usahanya, Bank OCBC NISP menyalurkan kredit kepada sektor Perindustrian (24,2%), Perdagangan (23,3%), Jasa (16,9%), Konsumsi 30,6%, dan lainnya (5%).

”Dengan penyebaran kredit ke berbagai sektor ekonomi dan segmen, kami berhasil menjaga NPL pada level yang manageable,” ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja.

Dari sisi pendanaan, OCBC NISP berhasil tumbuh dengan baik dari Rp 21,3 Triliun pada akhir Juni 2008 menjadi Rp 27,3 Triliun per akhir Juni 2009, atau naik 28,2%.

Meningkatnya simpanan nasabah yang cukup signifikan dibandingkan dengan total kredit yang disalurkan, mengakibatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank juga menurun menjadi 69,4% pada akhir Juni 2009 dibandingkan dengan 95% pada akhir Juni 2008.

(dnl/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.