Belanja Masyarakat Perbatasan Dibatasi US$ 1.500
Jumat, 31/07/2009 09:44 WIB
Foto: Setpres
Samarinda - Pemerintah Indonesia akan segera menuntaskan draft revisi Perjanjian Perdagangan Lintas Batas (Border Trade Agreement) untuk kalikedua bersama pemerintah Malaysia. Draft revisi itu antara lain berisikan pembatasan nilai belanja yang diperkenankan bagi masyarakat di perbatasan, seperti di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur (Kaltim) yang berbatasan dengan Tawau Malaysia.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi Provinsi Kaltim Yadi Sabiannor kepada detikcom di kantornya Jl Basuki Rahmat Samarinda,Jumat (31/7/2009).
"Nilai kebutuhan sehari-hari yang bisa dibeli masyarakat di perbatasan adalah US$ 1.500. Revisi ditargetkan tuntas November tahun ini," kata Yadi.
Dalam sejarahnya, perjanjian perdagangan tersebut sudah ada sejak tahun 1967 silam. Tahun 1970 mengalami revisi pertama dan kemudian pemerintah kedua negara kembali mengajukan draft revisi kedua sejak tahun 1994
yang dibahas hingga saat ini.Dalam perjanjian tersebut diatur nilai belanja maksimal 600 ringgit.
"Agar kedua negara tidak merugi, kesepakatan mata uang dalam bentuk dolar Amerika," ujar Yadi.
Di Nunukan (Kalimantan Timur), sebagian besar masyarakat setempat kerapkali berbelanja kebutuhan sembako di Tawau (Malaysia). Selain harga lebih murah dibanding produk sembako sejenis dalam negeri, pemerintah juga hingga saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan sembako bagi masyarakat perbatasan.
"Wajar saja (sering belanja ke Tawau). Pemerintah kan belum sanggup mensuplai maksimal kebutuhan sembako," terang Yadi.
Untuk harga gula pasir misalnya,di Samarinda sebagai ibukota provinsi dijual seharga Rp 6.000 per kg. Harga melonjak hingga Rp 10.000-12.000 ketika dijual di Nunukan.
Masyarakat Nunukan bisa mendapatkan gula tersebut di Tawau lebih murah dari harga di Samarinda. Kendati
masyarakat perbatasan lebih senang berbelanja di Tawau, Yadi tidak sependapat kalau masyarakat setempat tidak bangga produk Indonesia.
"Tidak juga kalau lebih suka produk negara tetangga. Ekspor kita ke Malaysia melalui Tawau juga banyak kok. Kualitas sama saja," pungkasnya.
(lih/lih)
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi Provinsi Kaltim Yadi Sabiannor kepada detikcom di kantornya Jl Basuki Rahmat Samarinda,Jumat (31/7/2009).
"Nilai kebutuhan sehari-hari yang bisa dibeli masyarakat di perbatasan adalah US$ 1.500. Revisi ditargetkan tuntas November tahun ini," kata Yadi.
Dalam sejarahnya, perjanjian perdagangan tersebut sudah ada sejak tahun 1967 silam. Tahun 1970 mengalami revisi pertama dan kemudian pemerintah kedua negara kembali mengajukan draft revisi kedua sejak tahun 1994
yang dibahas hingga saat ini.Dalam perjanjian tersebut diatur nilai belanja maksimal 600 ringgit.
"Agar kedua negara tidak merugi, kesepakatan mata uang dalam bentuk dolar Amerika," ujar Yadi.
Di Nunukan (Kalimantan Timur), sebagian besar masyarakat setempat kerapkali berbelanja kebutuhan sembako di Tawau (Malaysia). Selain harga lebih murah dibanding produk sembako sejenis dalam negeri, pemerintah juga hingga saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan sembako bagi masyarakat perbatasan.
"Wajar saja (sering belanja ke Tawau). Pemerintah kan belum sanggup mensuplai maksimal kebutuhan sembako," terang Yadi.
Untuk harga gula pasir misalnya,di Samarinda sebagai ibukota provinsi dijual seharga Rp 6.000 per kg. Harga melonjak hingga Rp 10.000-12.000 ketika dijual di Nunukan.
Masyarakat Nunukan bisa mendapatkan gula tersebut di Tawau lebih murah dari harga di Samarinda. Kendati
masyarakat perbatasan lebih senang berbelanja di Tawau, Yadi tidak sependapat kalau masyarakat setempat tidak bangga produk Indonesia.
"Tidak juga kalau lebih suka produk negara tetangga. Ekspor kita ke Malaysia melalui Tawau juga banyak kok. Kualitas sama saja," pungkasnya.
(lih/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:39 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
