detikfinance

Merpati Targetkan Pendapatan Rp 3,5 Triliun di 2010

Suhendra - detikfinance
Sabtu, 01/08/2009 01:05 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Perusahaan penerbangan plat merah, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang selama ini menjadi buah bibir kasus kisruh pembelian pesawat dari China optimis bisa meraup pendapatan maksimal Rp 3,5 triliun tahun depan.

Sebagai  bentuk optimismenya, tahun 2009 ini perseroan menargetkan pendapatan hingga Rp 2,5 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Merpati Bambang Bhakti saat ditemui di kantor Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (31/7/2009) malam .

"Target pendapatan 2009, kita berusaha tetap mencapai penerimaan Rp 2,5 triliun. Tahun lalu masih di bawah Rp 2 triliun. Tahun depan minimum Rp 3 triliun, kalau bisa Rp 3,5 triliun," kata Bambang.

Bambang mengatakan, untuk bisa merealisasikan target tersebut, dukungan penambahan armada sebanyak 15 unit pesawat MA 60 sangat penting. Menurutnya penambahan 15 unit pesawat asal China ini dapat memperkuat pasar di wilayah provinsi dan kebupaten.

Menurutnya, rencana pembelian 15 unit pesawat yang merupakan hutang pemerintah Indonesia kepada China senilai US$ 232 juta, yang diteruskan kepada pihak Merpati sangat berarti dalam mendukung pertumbuhan bisnis Merpati. Meskipun ia mengharapkan masalah penambahan armada ini jangan sampai membebankan kondisi keuangan Merpati.

"Bagi Merpati, MA60 mendesak. Datangnya MA60 jangan membebani keuangan Merpati, tetapi justru harus menyehatkan keuangan Merpati," katanya.

Untuk mendukung target tahun depan, ia memperkirakan akan ada penambahan armada pesawat 50 seater mencapai 18 unit dan jenis jet ada 16 unit.

Mengenai realisasi pendapatan tahun ini, hingga pertengahan tahun, ia mengatakan realisasinya belum sampai 50 persen dari target Rp 2,5 triliun. Hal ini disebabkan minimnya ketersedian pesawat, termasuk masalah 2 pesawat sewa MA 60 yang sempat dikandangkan karena ada masalah teknis dan belum ada kepastian datangnya 15 unit MA 60 dari China.

"Masalah profit pada tahun ini kita maunya  Rp 70 miliar, tergantung pesawat yang beroperasi, kalau mundur-mundur terus bagaimana bisa," ujarnya.



(hen/ang)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.