Negosiasi Pembelian Pesawat Merpati-Xian Dilanjutkan
Sabtu, 01/08/2009 11:34 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan akan tetap melanjutkan proses negosiasi pembelian pesawat MA 60 untuk Merpati dari pabrikan pesawat asal China, Xian. Sehingga dipastikan opsi pembatalan pembelian oleh pemerintah Indonesia tidak akan dilakukan, seperti yang di rumorkan selama ini.
"Menko Perekonomian minta untuk segera diselesaikan, jadi keputusannya untuk terus melanjutkan negosiasi dengan China, tidak ada opsi batal," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i Djamal saat ditemui usai rakor di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jumat (31/7/2009) malam.
Jusman mengatakan, negosiasi dengan pemerintah China akan dilakukan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Negosiasi itu kata dia, akan mencakup soal jumlah pesanan pesawat dan harga.
"Negosiasi dilanjutkan, yang akan dilakukan oleh Mendag dengan China," ucapnya.
Ia menegaskan, sampai saat ini jumlah pesawat MA 60 yang dipesan Merpati tetap sebanyak 15 unit. Perusahaan plat merah itu telah dua pesawat di luar pesanan dengan cara sewa.
"Mereka minta proses pergantian spare part dari Xian, yang crack, yang terjadi pada satu pesawat. Sekarang ini sedang uji terbang lagi, semuanya yang sewa," ucapnya.
Menurutnya, penggantian dan pemasangan suku cadang yang dilakukan oleh China terhadap dua pesawat tersebut tidak dikenai biaya.
"Mereka akan mengganti. Seperti ada service gratis, akan mengganti spare part," jelas Jusman.
(hen/ang)
"Menko Perekonomian minta untuk segera diselesaikan, jadi keputusannya untuk terus melanjutkan negosiasi dengan China, tidak ada opsi batal," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i Djamal saat ditemui usai rakor di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jumat (31/7/2009) malam.
Jusman mengatakan, negosiasi dengan pemerintah China akan dilakukan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Negosiasi itu kata dia, akan mencakup soal jumlah pesanan pesawat dan harga.
"Negosiasi dilanjutkan, yang akan dilakukan oleh Mendag dengan China," ucapnya.
Ia menegaskan, sampai saat ini jumlah pesawat MA 60 yang dipesan Merpati tetap sebanyak 15 unit. Perusahaan plat merah itu telah dua pesawat di luar pesanan dengan cara sewa.
"Mereka minta proses pergantian spare part dari Xian, yang crack, yang terjadi pada satu pesawat. Sekarang ini sedang uji terbang lagi, semuanya yang sewa," ucapnya.
Menurutnya, penggantian dan pemasangan suku cadang yang dilakukan oleh China terhadap dua pesawat tersebut tidak dikenai biaya.
"Mereka akan mengganti. Seperti ada service gratis, akan mengganti spare part," jelas Jusman.
(hen/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:39 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
