Pembiayaan Multifinance Semester II-2009 Ditargetkan Rp 60 Triliun
Senin, 03/08/2009 17:24 WIB
Foto: dok.detikcom
Jakarta - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan pembiayaan perusahaan multifinance di semester II-2009 diproyeksikan akan bertambah sebesar Rp 60 triliun, setelah pada semester I-2009 kemarin mencapai Rp 40 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Ketua APPI Wiwie Kurnia dalam acara jumpa pers 'Rating 142 Multifinance' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (03/08/2009).
"Jadi total pembiayaan perusahaan multifinance sampai dengan akhir tahun akan mencapai Rp 100 triliun," ujar Wiwie.
Lebih lanjut Wiwie mengatakan, tahun 2008 lalu, APPI telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 140 triliun, dan karena faktor krisis ekonomi sampai akhir tahun 2009 APPI hanya bisa memproyeksikan pembiayaan sebesar Rp 100 triliun.
Peningkatan pembiayaan dari semester I-2009 ke semester II-2009 akan dipicu oleh faktor bulan puasa dan menjelang Idul Fitri. "Semester I memang lebih rendah dari semester II, di semester kedua nanti pembiayaan akan meningkat biasanya sampai dengan 10% dikarenakan bulan puasa dan menjelang Idul Fitri," tuturnya.
Menurut Wiwie perusahaan saat ini jumlah perusahaan pembiayaan yang melakukan joint financing sangat dominan. "Hampir mencapai 80% dari total perusahaan pembiayaan yang ikut joint financing," katanya.
Untuk rasio kredit bermasalah (NPL) perusahaan multifinance dikatakan Wiwie saat ini mencapai 1,9% dan diproyeksikan sampai dengan akhir tahun 2009 tidak lebih dari 2,2%.
Saat ini 70% dari perusahaan pembiayaan yang ada di Indonesia masih bergerak dalam pembiayaan sepeda motor. "Produksi sepeda motor pada tahun 2008 tercatat sebanyak 6 juta unit, dan diproyeksikan pada tahun ini produksi tersebut akan turun 30% karena daya beli masyarakat yang rendah," paparnya.
Di tempat yang sama, Kepala Biro Riset Infobank, Eko B Supriyanto mengatakan perusahaan pembiayaan menghadapi tantangan yang cukup berat pada tahun 2009. Pasalnya, perusahaan pembiayaan masih akan dihadapkan oleh harga jual yang mahal akibat dana mahal.
"Perusahaan multifinance juga akan dihadapkan pada risiko dan rendahnya permintaan di tahun 2009 ini, terutama dari sektor riil dan kendaraan bermotor," ujar Eko.
Eko menambahkan, rendahnya permintaan tersebut akibat daya beli dan permintaan barang oleh masyarakat Indonesia yang menurun dan rendah. "Sampai dengan akhir tahun 2009, pola pembiayaan joint financing antara multifinance dan bank akan banyak dilakukan," imbuhnya.
(dru/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Ketua APPI Wiwie Kurnia dalam acara jumpa pers 'Rating 142 Multifinance' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (03/08/2009).
"Jadi total pembiayaan perusahaan multifinance sampai dengan akhir tahun akan mencapai Rp 100 triliun," ujar Wiwie.
Lebih lanjut Wiwie mengatakan, tahun 2008 lalu, APPI telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 140 triliun, dan karena faktor krisis ekonomi sampai akhir tahun 2009 APPI hanya bisa memproyeksikan pembiayaan sebesar Rp 100 triliun.
Peningkatan pembiayaan dari semester I-2009 ke semester II-2009 akan dipicu oleh faktor bulan puasa dan menjelang Idul Fitri. "Semester I memang lebih rendah dari semester II, di semester kedua nanti pembiayaan akan meningkat biasanya sampai dengan 10% dikarenakan bulan puasa dan menjelang Idul Fitri," tuturnya.
Menurut Wiwie perusahaan saat ini jumlah perusahaan pembiayaan yang melakukan joint financing sangat dominan. "Hampir mencapai 80% dari total perusahaan pembiayaan yang ikut joint financing," katanya.
Untuk rasio kredit bermasalah (NPL) perusahaan multifinance dikatakan Wiwie saat ini mencapai 1,9% dan diproyeksikan sampai dengan akhir tahun 2009 tidak lebih dari 2,2%.
Saat ini 70% dari perusahaan pembiayaan yang ada di Indonesia masih bergerak dalam pembiayaan sepeda motor. "Produksi sepeda motor pada tahun 2008 tercatat sebanyak 6 juta unit, dan diproyeksikan pada tahun ini produksi tersebut akan turun 30% karena daya beli masyarakat yang rendah," paparnya.
Di tempat yang sama, Kepala Biro Riset Infobank, Eko B Supriyanto mengatakan perusahaan pembiayaan menghadapi tantangan yang cukup berat pada tahun 2009. Pasalnya, perusahaan pembiayaan masih akan dihadapkan oleh harga jual yang mahal akibat dana mahal.
"Perusahaan multifinance juga akan dihadapkan pada risiko dan rendahnya permintaan di tahun 2009 ini, terutama dari sektor riil dan kendaraan bermotor," ujar Eko.
Eko menambahkan, rendahnya permintaan tersebut akibat daya beli dan permintaan barang oleh masyarakat Indonesia yang menurun dan rendah. "Sampai dengan akhir tahun 2009, pola pembiayaan joint financing antara multifinance dan bank akan banyak dilakukan," imbuhnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
