detikfinance

Revisi Permendag Izin Ekspor Rotan Akan Tekan Kuota Ekspor

Suhendra - detikfinance
Selasa, 04/08/2009 14:25 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 12 tahun 2005 mengenai izin ekspor bahan baku rotan dipastikan akan mengoreksi jumlah kuota ekspor rotan lebin rendah dari sebelumnya.

Berdasarkan draft yang sudah beredar, wilayah-wilayah yang selama ini bukan menjadi penghasil rotan yang mengekpor rotan akan dilarang mengekspor bahan baku rotan. Sehingga yang boleh melakukan ekspor rotan hanyalah wilayah penghasil rotan saja.

"Kuota (ekspor rotan) itu akan terkoreksi dengan kebijakan baru, akan terkoreksi," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris saat ditemui di kantornya, Selasa (4/8/2009).

Fahmi menambahkan meski sudah lama dibahas, tetapi sampai saat ini revisi Permendag itu belum keluar. Meskipun ia mengakui dari hasil pembahasan sementara mulai menunjukan arah yang diinginkan oleh pelaku industri.

"Barangkali belum final, sudah ada pertemuan dari berbagai pihak, belum final. tapi arahnya sudah benar," jelas Fahmi.

Mengenai kemungkinan dampak revisi Permendag izin ekspor rotan akan berdampak pada pasokan bahan baku  yang berlebih di dalam negeri. Fahmi dengan sinis menyampaikan, kalau saat ini saja sentra industri rotan seperti Cirebon masih kekurangan bahan baku rotan.

"Soal pasokan bahan baku coba pergi  ke Cirebon sana," ujarnya sinis.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melalui Permendag No 33/M-DAG/PER/7/2009 tanggal 28 Juli 2009 mengatur mengenai kuota volume ekspor rotan yang baru yaitu sebanyak 77.000 ton untuk periode 1 Juli 2009-30 Juni 2010.

Jenis rotan yang boleh diekspor antaralain jenis taman atau sega, irit sebanyak 25.000 ton, rotan setengah jadi dalam bentuk hati dan kulit rotan dari jenis taman atau sega dan irit sebanyak 16.000 ton dan rotan setengah jadi dalam bentuk rotan poles, hati dan kulit rotan yang diolah dari jenis bukan taman atau sega dan irit sebanyak 36.000 ton.



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.