Malaysia Tiru RI Canangkan Tahun Industri Kreatif
Rabu, 05/08/2009 15:25 WIB
Foto: Hendra/detikFinance
Jakarta - Pemerintah Malaysia pada 2010 nanti resmi mencanangkan tahun Industri kreatif Malaysia. Untuk mendukung itu pemerintah Malaysia menyiapkan dana US$ 4 miliar untuk pengembangan industri kreatif di negeri jiran tersebut. Bahkan dana sebesar RM 685 juta disiapkan untuk pengembangan bidang seni dan budaya.
"Pasti mereka terinspirasi dari Indonesia," kata Atase Perdagangan Indonesia untuk Malaysia Pradnyawati di kantor Departemen Perdagangan, Rabu (5/8/2009).
Pradnyawati menyatakan pencanangan tahun kreatif bagi Malaysia, bertujuan sama dengan Indonesia yaitu sebagai upaya meredam dampak krisis global karena sektor industri kreatif memiliki daya serap tenaga kerja yang besar dan memiliki potensi ekonomi besar kedepannya.
Ia menjelaskan basis industri kreatif yang dikembangkan oleh Malaysia lebih mengedepankan sektor ICT yaitu animasi, game, software dan lainnya. Sedangkan Indonesia dinilai lebih unggul dalam sektor industri kreatif berbasis budaya maupun informasi teknologi.
"Kalau yang berbasis culture, heritage mereka masih primitif," katanya.
Sehingga kata dia, dengan adanya rencana pergelaran pameran Inacraft Lifestyle di Malaysia pada bulan November 2009 nanti, produk kerajinan Indonesia berpeluang menembus ke pasar Malaysia lebih dalam lagi dengan mengusung brand Indonesia. Dalam ajang itu juga akan diundang para buyer dari negara-negara ASEAN lainnya untuk memperluas pasar.
"Mereka itu bukan hanya konsumsi di Malaysia saja, mereka juga berfungsi sebagai perantara yang dilempar ke Malaysia lalu dilempar lagi kenegara ketiga," ujarnya.
Pemerintah Malaysia, kata dia, sangat mendukung permodalan, infrastruktur dan jaringan yang baik terutama kepada negara-negara Islam. Bahkan Malaysia punya hubungan yang mesra dengan negara-negara persemakmuran Inggris.
"Barang-barang kita itu juga dibawa kesana (negara persemakmuran)," ucapnya.
Perlu Perlindungan Haki
Sebagai upaya perlindungan kepada pelaku usaha kerajinan di tanah air terhadap produk-produk Indonesia, maka ia sangat mendorong kepada pelaku usaha untuk mengamankan produknya melalui hak kekayaan intelektual (Haki).
"Tetapi kita siap juga dengan perlindungan dengan Haki, karena rentan dipalsukan atau diklaim oleh negara tetangga atau negara lain," katanya.
Meskipun ia mengharapkan para pelaku usaha kerajinan Indonesia jangan terlalu phobia mengenai peluang klaim atau pemalsuan pada saat mengikuti pameran di luar negeri karena masalah semacam itu juga sering terjadi di dalam negeri. "Jadi kita harus siap," ucapnya.
Ia juga mengharapkan bagi peserta pameran yang akan menggelar di luar negeri termasuk calon peserta Inacraft Lifestyle harus mengusung merek dalam negeri dan jangan menjual barang tanpa identitas atau gelondongan. Malaysia selama ini sangat agresif untuk belajar banyak hal dari Indonesia termasuk dalam bisang industri kreatif berbasis budaya.
"Takutnya sekarang mereka belajar dari kita, tetapi bisa nanti menguasai," kiranya.
(hen/lih)
"Pasti mereka terinspirasi dari Indonesia," kata Atase Perdagangan Indonesia untuk Malaysia Pradnyawati di kantor Departemen Perdagangan, Rabu (5/8/2009).
Pradnyawati menyatakan pencanangan tahun kreatif bagi Malaysia, bertujuan sama dengan Indonesia yaitu sebagai upaya meredam dampak krisis global karena sektor industri kreatif memiliki daya serap tenaga kerja yang besar dan memiliki potensi ekonomi besar kedepannya.
Ia menjelaskan basis industri kreatif yang dikembangkan oleh Malaysia lebih mengedepankan sektor ICT yaitu animasi, game, software dan lainnya. Sedangkan Indonesia dinilai lebih unggul dalam sektor industri kreatif berbasis budaya maupun informasi teknologi.
"Kalau yang berbasis culture, heritage mereka masih primitif," katanya.
Sehingga kata dia, dengan adanya rencana pergelaran pameran Inacraft Lifestyle di Malaysia pada bulan November 2009 nanti, produk kerajinan Indonesia berpeluang menembus ke pasar Malaysia lebih dalam lagi dengan mengusung brand Indonesia. Dalam ajang itu juga akan diundang para buyer dari negara-negara ASEAN lainnya untuk memperluas pasar.
"Mereka itu bukan hanya konsumsi di Malaysia saja, mereka juga berfungsi sebagai perantara yang dilempar ke Malaysia lalu dilempar lagi kenegara ketiga," ujarnya.
Pemerintah Malaysia, kata dia, sangat mendukung permodalan, infrastruktur dan jaringan yang baik terutama kepada negara-negara Islam. Bahkan Malaysia punya hubungan yang mesra dengan negara-negara persemakmuran Inggris.
"Barang-barang kita itu juga dibawa kesana (negara persemakmuran)," ucapnya.
Perlu Perlindungan Haki
Sebagai upaya perlindungan kepada pelaku usaha kerajinan di tanah air terhadap produk-produk Indonesia, maka ia sangat mendorong kepada pelaku usaha untuk mengamankan produknya melalui hak kekayaan intelektual (Haki).
"Tetapi kita siap juga dengan perlindungan dengan Haki, karena rentan dipalsukan atau diklaim oleh negara tetangga atau negara lain," katanya.
Meskipun ia mengharapkan para pelaku usaha kerajinan Indonesia jangan terlalu phobia mengenai peluang klaim atau pemalsuan pada saat mengikuti pameran di luar negeri karena masalah semacam itu juga sering terjadi di dalam negeri. "Jadi kita harus siap," ucapnya.
Ia juga mengharapkan bagi peserta pameran yang akan menggelar di luar negeri termasuk calon peserta Inacraft Lifestyle harus mengusung merek dalam negeri dan jangan menjual barang tanpa identitas atau gelondongan. Malaysia selama ini sangat agresif untuk belajar banyak hal dari Indonesia termasuk dalam bisang industri kreatif berbasis budaya.
"Takutnya sekarang mereka belajar dari kita, tetapi bisa nanti menguasai," kiranya.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:39 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
