SMF Kembali Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar
Kamis, 06/08/2009 16:20 WIB
Foto: dok.detikcom
Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 200 miliar. Rencananya pada akhir Oktober 2009 obligasi tersebut akan diterbitkan.
Menurut Direktur SMF Sutomo, rencana obligasi tersebut saat ini sedang dalam proses perizoinan di otoritas pasar modal. "Diharapkan setelah lebaran sudah bisa masuk pasar. Calon pembelinya sudah ada," ujarnya di sela acara Seminar Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) di Hotel Intercontinental, Kamis (06/08/2009).
Sutomo mengatakan suku bunga obligasi diharapkan lebih rendah dari suku bunga penyaluran kredit yang sebesar 10,5%. "Kita ingin bunganya di bawah itu, sekitar 9%," ujar Sutomo
Hasil dari obligasi tersebut, kata Sutomo untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing program ). "Untuk penjamin pelaksana, ada beberapa perusahaan yang sudah mengajukan proposal," tuturnya.
Selain itu SMF sedang menjajaki sedikitnya empat Manajer Investasi (MI) untuk menerbitkan reksadana terproteksi. "Underlying asset berasal dari Efek Beragun Asset," katanya.
MI yang dijajaki lanjut Sutomo, antara lain, Danareksa Investment, Mandiri Manajemen Investasi, Bahana dan Manulife Asset Management.
(dru/dnl)
Menurut Direktur SMF Sutomo, rencana obligasi tersebut saat ini sedang dalam proses perizoinan di otoritas pasar modal. "Diharapkan setelah lebaran sudah bisa masuk pasar. Calon pembelinya sudah ada," ujarnya di sela acara Seminar Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) di Hotel Intercontinental, Kamis (06/08/2009).
Sutomo mengatakan suku bunga obligasi diharapkan lebih rendah dari suku bunga penyaluran kredit yang sebesar 10,5%. "Kita ingin bunganya di bawah itu, sekitar 9%," ujar Sutomo
Hasil dari obligasi tersebut, kata Sutomo untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing program ). "Untuk penjamin pelaksana, ada beberapa perusahaan yang sudah mengajukan proposal," tuturnya.
Selain itu SMF sedang menjajaki sedikitnya empat Manajer Investasi (MI) untuk menerbitkan reksadana terproteksi. "Underlying asset berasal dari Efek Beragun Asset," katanya.
MI yang dijajaki lanjut Sutomo, antara lain, Danareksa Investment, Mandiri Manajemen Investasi, Bahana dan Manulife Asset Management.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
