RI Percepat Jadwal Penurunan Bea Masuk CPO Ke India
Sabtu, 08/08/2009 10:22 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Indonesia akan segera merealisasikan kerjasama Free Trade Agreement (FTA) bilateral dengan India, setelah menyepakati kerjasama ASEAN-India Free Trade Agreement secara regional.
Tujuannya agar produk komoditi minyak sawit mentah (CPO) yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke India bisa segera mendapat fasilitas penurunan tarif lebih cepat.
"Kita sudah joint study FTA India, kita menunggu ASEAN-India yang akan ditandantangani minggu depan, oleh Menteri Perdagangan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di JCC, Jakarta Jumat (7/8/2009).
Dikatakan Mari melalui skema ASEAN India FTA, sebenarnya sudah ada jadwal penurunan bea masuk CPO Indonesia ke India, namun untuk bisa mendapat penurunan tarif bea masuk lebih cepat maka perlu dibuat FTA secara bilateral.
Penjadwalan penurunan bea masuk melalui ASEAN-India FTA dipastikan masih akan lama. Misalnya untuk batas tarif maksimal (bound rate ) saat ini untuk produk CPO masih maksimal 80%, sedangkan untuk minyak kedelai maksimal 40%.
"Minimal beberapa tahun terakhir ini bisa sampai 60% (bound rate CPO )," imbuh Mari.
Rencananya ASEAN-India Free Trade Agreement (FTA) akan ditandatangani para menteri perdagangan kedua wilayah pada 14 Agustus 2009 di Bangkok Thailand. Sedangkan tindak lanjut FTA bilateral India-Indonesia akan dilanjutkan setelah joint study FTA kedua negara.
(hen/dnl)
Tujuannya agar produk komoditi minyak sawit mentah (CPO) yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke India bisa segera mendapat fasilitas penurunan tarif lebih cepat.
"Kita sudah joint study FTA India, kita menunggu ASEAN-India yang akan ditandantangani minggu depan, oleh Menteri Perdagangan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di JCC, Jakarta Jumat (7/8/2009).
Dikatakan Mari melalui skema ASEAN India FTA, sebenarnya sudah ada jadwal penurunan bea masuk CPO Indonesia ke India, namun untuk bisa mendapat penurunan tarif bea masuk lebih cepat maka perlu dibuat FTA secara bilateral.
Penjadwalan penurunan bea masuk melalui ASEAN-India FTA dipastikan masih akan lama. Misalnya untuk batas tarif maksimal (bound rate ) saat ini untuk produk CPO masih maksimal 80%, sedangkan untuk minyak kedelai maksimal 40%.
"Minimal beberapa tahun terakhir ini bisa sampai 60% (bound rate CPO )," imbuh Mari.
Rencananya ASEAN-India Free Trade Agreement (FTA) akan ditandatangani para menteri perdagangan kedua wilayah pada 14 Agustus 2009 di Bangkok Thailand. Sedangkan tindak lanjut FTA bilateral India-Indonesia akan dilanjutkan setelah joint study FTA kedua negara.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
