Gulungan Laba Kue Gulung
Senin, 10/08/2009 10:14 WIB
Foto: Suhendra/detikFinance
Jakarta - Kemampuan mengemas bisnis terkadang bisa menjadi kunci keberhasilan seorang pengusaha. Begitu yang dialami oleh Sugiono yang sukses mengemas bisnis kue gulung.
Pria pensiunan seorang montir ini akhirnya memilih membuka usaha pembuatan kue semprong atau gulung hanya bermodalkan Rp 400.000, untuk membeli cetakan dan bahan baku adonan dan kompor.
Kue gulung? mungkin bagi sebagian orang kurang akrab dengan nama kue ini. Kue semprong atau kue gulung identik dengan kue makanan rakyat dengan bentuk sederhana hanya digulung-gulung memanjang dengan cita rasa renyah seperti krupuk.
Kisah suksesnya berawalnya pada tahun 2003 lalu, pada waktu itu ia mengaku kebingungan usai pensiun dari seorang montir. Pria yang mengaku yang saat ini berumur 76 tahun ini resah dengan masa pensiunnya tanpa ada kegiatan.
"Pada suatu hari saya main ke tempat adik, lalu diajarkan pembuatan kue semprong, tapi memang adik saya waktu itu juga masih sambilan," kenangnya kepada detikFinance, Minggu (9/8/2009).
Kemampuan membuat kue gulung itu akhirnya ia praktekan dengan membuat secara iseng-iseng di rumah, sesekali hasil karyanya ia suguhkan ke setiap tamu yang datang ke rumahnya. Maklum saja, salah seorang anaknya berprofesi menjadi pelukis tak heran setiap hari ada pemesan lukisan yang datang dan mencicipi kue buatannya.
"Sambil waktu berjalan, kata orang-orang kue gulung saya ini layak dijual," katanya.
Semenjak itu lah ia memantapkan usahanya lebih serius dengan memproduksi secara massal. Pasar pertamanya adalah mengincar pembeli dikalangan menengah atas di wilayah perkantoran. Walhasil, sungguh menakjubkan kue semprong buatannya laris manis.
"Wah karena direspons bagus, saya langsung saja daftarkan produk saya ke depkes," tuturnya.
Saat ini semua kegiatan usahanya ia serahkan ke putri-nya untuk dikembangkan. Meski belum terlalu banyak saat ini ia setidaknya mampu mengerjaan 4-6 karyawan di rumahnya.
Produk kue semprongnya ia berani tawarkan mulai dari Rp 20-30.000 setiap satu pak dengan isi 30 batang. Saat ini ia hanya baru sedikit mengambangkan cita rasa yaitu rasa wijen, vanila dan rasa biasa.
"Kue semprong saya, buat segala umur. Bisa anak muda tua dan anak-anak, rasanya nggak bosenin," katanya tertawa.
Sugiono mengaku kue semprongnya laris manis mendekati Lebaran, Tahun Baru dan Natal. Dengan mengambil segmen menengah atas, tak segan-segan ia mengemas produknya semenarik mungkin dengan kemasan yang bagus. Ia mengaku saat ini omset usahanya hingga belasan-puluhan juta per bulan.
Keberhasilan usahanya, diakuinya dari menjaga kualitas produk dengan memilih dan membuat bahan-bahan yang berkualitas. Ia tidak segan-segan mencampur adonan dengan jumlah yang berani sehingga cita rasa kue semprongnya selalu terjaga baik.
Selain itu, kata dia, kunci utama dari keberhasilan usahanya adalah kemampuan mengemas produk, ia sadar kue semprong di pasaran selama ini dikemas apa adanya dengan tidak menarik. Ia mulai melakukan terobosan dengan membuat kemasan lebih eksklusif dengan berani memasang harga tinggi.
"Para pembeli kue semprong saya, mulai tersebar dari wilayah Jogja, sampai depok dan Jakarta," jelasnya.
Yo' Gulung
Jl. Suryodiningratan MJ II/641 Gg Rahmat Kav BNI Yogyakarta 55141
(hen/qom)
Pria pensiunan seorang montir ini akhirnya memilih membuka usaha pembuatan kue semprong atau gulung hanya bermodalkan Rp 400.000, untuk membeli cetakan dan bahan baku adonan dan kompor.
Kue gulung? mungkin bagi sebagian orang kurang akrab dengan nama kue ini. Kue semprong atau kue gulung identik dengan kue makanan rakyat dengan bentuk sederhana hanya digulung-gulung memanjang dengan cita rasa renyah seperti krupuk.
Kisah suksesnya berawalnya pada tahun 2003 lalu, pada waktu itu ia mengaku kebingungan usai pensiun dari seorang montir. Pria yang mengaku yang saat ini berumur 76 tahun ini resah dengan masa pensiunnya tanpa ada kegiatan.
"Pada suatu hari saya main ke tempat adik, lalu diajarkan pembuatan kue semprong, tapi memang adik saya waktu itu juga masih sambilan," kenangnya kepada detikFinance, Minggu (9/8/2009).
Kemampuan membuat kue gulung itu akhirnya ia praktekan dengan membuat secara iseng-iseng di rumah, sesekali hasil karyanya ia suguhkan ke setiap tamu yang datang ke rumahnya. Maklum saja, salah seorang anaknya berprofesi menjadi pelukis tak heran setiap hari ada pemesan lukisan yang datang dan mencicipi kue buatannya.
"Sambil waktu berjalan, kata orang-orang kue gulung saya ini layak dijual," katanya.
Semenjak itu lah ia memantapkan usahanya lebih serius dengan memproduksi secara massal. Pasar pertamanya adalah mengincar pembeli dikalangan menengah atas di wilayah perkantoran. Walhasil, sungguh menakjubkan kue semprong buatannya laris manis.
"Wah karena direspons bagus, saya langsung saja daftarkan produk saya ke depkes," tuturnya.
Saat ini semua kegiatan usahanya ia serahkan ke putri-nya untuk dikembangkan. Meski belum terlalu banyak saat ini ia setidaknya mampu mengerjaan 4-6 karyawan di rumahnya.
Produk kue semprongnya ia berani tawarkan mulai dari Rp 20-30.000 setiap satu pak dengan isi 30 batang. Saat ini ia hanya baru sedikit mengambangkan cita rasa yaitu rasa wijen, vanila dan rasa biasa.
"Kue semprong saya, buat segala umur. Bisa anak muda tua dan anak-anak, rasanya nggak bosenin," katanya tertawa.
Sugiono mengaku kue semprongnya laris manis mendekati Lebaran, Tahun Baru dan Natal. Dengan mengambil segmen menengah atas, tak segan-segan ia mengemas produknya semenarik mungkin dengan kemasan yang bagus. Ia mengaku saat ini omset usahanya hingga belasan-puluhan juta per bulan.
Keberhasilan usahanya, diakuinya dari menjaga kualitas produk dengan memilih dan membuat bahan-bahan yang berkualitas. Ia tidak segan-segan mencampur adonan dengan jumlah yang berani sehingga cita rasa kue semprongnya selalu terjaga baik.
Selain itu, kata dia, kunci utama dari keberhasilan usahanya adalah kemampuan mengemas produk, ia sadar kue semprong di pasaran selama ini dikemas apa adanya dengan tidak menarik. Ia mulai melakukan terobosan dengan membuat kemasan lebih eksklusif dengan berani memasang harga tinggi.
"Para pembeli kue semprong saya, mulai tersebar dari wilayah Jogja, sampai depok dan Jakarta," jelasnya.
Yo' Gulung
Jl. Suryodiningratan MJ II/641 Gg Rahmat Kav BNI Yogyakarta 55141
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:42 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
