detikfinance

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 1,561 Bale Pakaian Bekas

Wahyu Daniel - detikfinance
Selasa, 11/08/2009 09:20 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Wilayah Jawa Timur gagalkan penyelundupan pakaian bekas berjumlah 1.561 Bale yang berasal dari Kuantan, Malaysia lewat Pelabuhan Branta, Pamekasan pada 2 Agustus 2009.

Demikian disampaikan oleh Kabag Humas Ditjen Bea dan Cukai Efi Suhartantyo dalam siaran pers yang dikutip detikFinance , Selasa (11/8/2009).

"Upaya penyelundupan pakaian bekas ini melanggar ketentuan umum di bidang impor dan juga mengancam industri tekstil dalam negeri yang berakibat pada berkurangnya pendapatan dan kesempatan berusaha (tenaga kerja)," tuturnya.

Pakaian bekas ini juga dikhawatirkan membawa/mengandung bibit penyakit yang berbahaya.

Modus penyelundupan tersebut adalah memalsukan Surat Ijin Berlayar (SIB) dari Syahbandar Pelabuhan Kijang beserta manifest kapal, sehingga seolah-olah kapal beserta muatannya tersebut berasal dari Pelabuhan Kijang, Tanjung Pinang (Dalam Negeri) dengan tujuan Pelabuhan Branta Pamekasan atau disebut kapal atau barang antar pulau.

Upaya penyelundupan dimaksud berpotensi merugikan Negara sebesar Rp 1.809.394.125. Angka ini didapat dari bea masuk dan pajak dalam rangka impor lainnya atas pemasukan kurang lebih 1.561 bale pakaian bekas dengan asumsi harga pakaian bekas tersebut adalah Rp 3.300.000 per bale (harga normal di pasaran berdasarkan hasil penelitian).

Sebagai tindakan pengamanan atas barang bukti tindak pidana, pakaian bekas sebanyak 1.561 bale dimaksud diamankan di Tempat Penimbunan Pabean PT Indrajaya Swastika, Kalianak – Surabaya. Sedangkan untuk KLM Usaha Sejati, diamankan dengan memindahkannya ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Saat ini kasus dimaksud masih dalam proses penyidikan oleh tim penyidik dari Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I dengan ditetapkannya 2 (dua) orang tersangka, yaitu E (Nahkoda) dan LO (selaku ABK), namun tidak menutup kemungkinan terdapat tersangka lain.



(dnl/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.