Penerimaan Pajak 2010 Naik 15%
Selasa, 11/08/2009 16:28 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah optimis penerimaan pajak di tahun 2010 bisa kembali tumbuh sebesar 15% dengan kondisi perbaikan perekonomian setelah terkena imbas krisis ekonomi global.
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2009).
"Kalau dihitung pertumbuhannya tahun 2008 itu hampir 30%, tapi 2009 kan turun karena krisis sekitar 6%, tahun 2010 kita recover sekitar 15% dari basis 2009," ujarnya.
Faktor pendorong kenaikan penerimaan pajak tersebut dikatakan Anggito adalah kenaikan pertumbuhan ekonomi 5%, laju inflasi 5%, serta penurunan tarif pajak sebesar 6,5%.
Tax Ratio Meningkat Jadi 14%
Selain itu, Anggito mengatakan penerapan UU PDRD (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) yang akan segera disahkan DPR dapat menambah rasio penerimaan pajak (tax ratio ) sebanyak 2%, sehingga tax ratio dapat meningkat menjadi lebih dari 14%.
"Tax rasio pemerintah pusat kan baru 13%, sedangkan tax ratio itu seluruh penerimaan pajak yang dikumpulkan. 3 tahun yang lalu penerimaan pajak daerah sekitar 2%, maka jika ditambah daerah jadi sekitar 14% lebih," paparnya.
Dengan tax ratio sebesar itu maka Indonesia sudah setara dengan tax ratio di beberapa negara.
(dru/dnl)
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2009).
"Kalau dihitung pertumbuhannya tahun 2008 itu hampir 30%, tapi 2009 kan turun karena krisis sekitar 6%, tahun 2010 kita recover sekitar 15% dari basis 2009," ujarnya.
Faktor pendorong kenaikan penerimaan pajak tersebut dikatakan Anggito adalah kenaikan pertumbuhan ekonomi 5%, laju inflasi 5%, serta penurunan tarif pajak sebesar 6,5%.
Tax Ratio Meningkat Jadi 14%
Selain itu, Anggito mengatakan penerapan UU PDRD (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) yang akan segera disahkan DPR dapat menambah rasio penerimaan pajak (tax ratio ) sebanyak 2%, sehingga tax ratio dapat meningkat menjadi lebih dari 14%.
"Tax rasio pemerintah pusat kan baru 13%, sedangkan tax ratio itu seluruh penerimaan pajak yang dikumpulkan. 3 tahun yang lalu penerimaan pajak daerah sekitar 2%, maka jika ditambah daerah jadi sekitar 14% lebih," paparnya.
Dengan tax ratio sebesar itu maka Indonesia sudah setara dengan tax ratio di beberapa negara.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:42 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
