Wajib Pajak Baru Ditargetkan Bertambah 8 Juta di 2010
Selasa, 11/08/2009 18:15 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menargetkan pertambahan wajib pajak baru sebanyak 8 juta di 2010.
"Kita targetkan 8 juta penambahan wajib pajak baru, dengan menjaring orang-orang kaya dan pekerja BUMN," kata Direktur Jenderal pajak M. Tjiptardjo di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/08/2009).
Tjiptardjo mengungkapkan Ditjen pajak akan menjaring pengusaha yang bergerak di sektor UMKM yang sampai saat ini jumlahnya mencapai 800 unit usaha.
"Selain itu, kita juga menargetkan tax ratio pada tahun 2010 mencapai 11%," tuturnya.
Untuk pertumbuhan penerimaan pajak pada tahun 2010, Tjiptarjdo mengatakan akan mencapai 21% lebih dengan tolak ukur PDB dan inflasi. Dikatakan Tjiptardjo, Ditjen pajak akan terus melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi terkait target tax ratio dan penambahan wajib pajak.
Selama ini penerimaan pajak 5 tahun ke belakang, sambung Tjiptardjo hanya mencapai 7,31% dan tahun 2009 pertumbuhannya hanya 7,9% sampai dengan bulan Juni 2009.
"Saya optimis dan siap menerima punishment jika tidak sesuai dengan target, namanya prajurit siap menerima punishment dan bahkan tidak diberi reward pun tidak ada masalah," tandasnya.
(dru/dnl)
"Kita targetkan 8 juta penambahan wajib pajak baru, dengan menjaring orang-orang kaya dan pekerja BUMN," kata Direktur Jenderal pajak M. Tjiptardjo di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/08/2009).
Tjiptardjo mengungkapkan Ditjen pajak akan menjaring pengusaha yang bergerak di sektor UMKM yang sampai saat ini jumlahnya mencapai 800 unit usaha.
"Selain itu, kita juga menargetkan tax ratio pada tahun 2010 mencapai 11%," tuturnya.
Untuk pertumbuhan penerimaan pajak pada tahun 2010, Tjiptarjdo mengatakan akan mencapai 21% lebih dengan tolak ukur PDB dan inflasi. Dikatakan Tjiptardjo, Ditjen pajak akan terus melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi terkait target tax ratio dan penambahan wajib pajak.
Selama ini penerimaan pajak 5 tahun ke belakang, sambung Tjiptardjo hanya mencapai 7,31% dan tahun 2009 pertumbuhannya hanya 7,9% sampai dengan bulan Juni 2009.
"Saya optimis dan siap menerima punishment jika tidak sesuai dengan target, namanya prajurit siap menerima punishment dan bahkan tidak diberi reward pun tidak ada masalah," tandasnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:42 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
