Tahan Bunga 0%, The Fed Melihat Ekonomi AS Makin Stabil
Kamis, 13/08/2009 06:42 WIB
Markas The Fed (Foto: reuters)
Washington - Bank Sentral AS (Federal Reserve) kembali mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0% hingga 0,25%. The Fed juga menilai perekonomian AS semakin stabil dengan pasar finansial yang semakin membaik.
Demikian hasil dari pertemuan Federal Open Market Committee yang berlangsung selama 2 hari 11-12 Agustus 2009. Keputusan kali ini kembali diambil secara bulat.
"Aktivitas ekonomi mulai stabil. Kondisi pasar finansial juga sudah membaik dalam beberapa pekan terakhir," demikian kesimpulan dari pertemuan FOMC, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/8/2009).
Belanja rumah tangga terus menunjukkan tanda-tanda stabil meski masih tertahan oleh terus berlanjutnya PHK, turunnya pertumbuhan pendapatan, melemahnya kesejahteraan masyarakat dan ketatnya kredit.
Pebisnis juga masih memangkas investasi tetap dan karyawannya namun terus membuat perbaikan dalam hal cadangan sejalan dengan perbaikan penjualan.
"Meski aktivitas perekonomian sepertinya masih tetap melemah dalam beberapa waktu, namun komite terus mengantisipasi aksi kebijakan untuk menstabilkan pasar finansial dan institusi, stimulus fiskal dan moneter dan kekuatan pasar akan memberikan kontribusi bagi kembalinya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam konteks stabilitas harga," demikian FOMC.
Terkait hal ini, The Fed akan menggunakan seluruh alatnya untuk mengembalikan perekonomian AS dan menciptakan stabilitas harga. Karenanya, kebijakan suku bunga rendah 0% hingga 0,25% akan dipertahankan.
The Fed juga akan memberikan dukungan bagi kredit perumahan dan sektor perumahan serta secara keseluruhan akan memperbaiki pasar kredit swasta. The Fed akan menggelontorkan total US$ 1,25 triliun untuk agen surat berharga berbasis hipotek dan US$ 200 miliar untuk agen surat berharga hingga akhir tahun ini. The Fed juga dalam proses untuk membeli surat berharga pemerintah AS senilai US$ 300 miliar.
Analis menilai, keputusan FOMC tersebut sangat lunak dibandingkan kebijakan-kebijakan yang cukup ekstrim yang diambil bank sentral tersebut sebelumnya dalam rangka mendongkrak perekonomian.
"The Fed kini sedikit tidak terlalu khawatir tapi tidak berada dalam satu titik untuk tergantung pada perekonomian terlebih dahulu atau bertaruh seberapa kuat pemulihan ekonomi akan berlangsung," ujar Robert Brusca dari FAO Economics seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Demikian hasil dari pertemuan Federal Open Market Committee yang berlangsung selama 2 hari 11-12 Agustus 2009. Keputusan kali ini kembali diambil secara bulat.
"Aktivitas ekonomi mulai stabil. Kondisi pasar finansial juga sudah membaik dalam beberapa pekan terakhir," demikian kesimpulan dari pertemuan FOMC, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/8/2009).
Belanja rumah tangga terus menunjukkan tanda-tanda stabil meski masih tertahan oleh terus berlanjutnya PHK, turunnya pertumbuhan pendapatan, melemahnya kesejahteraan masyarakat dan ketatnya kredit.
Pebisnis juga masih memangkas investasi tetap dan karyawannya namun terus membuat perbaikan dalam hal cadangan sejalan dengan perbaikan penjualan.
"Meski aktivitas perekonomian sepertinya masih tetap melemah dalam beberapa waktu, namun komite terus mengantisipasi aksi kebijakan untuk menstabilkan pasar finansial dan institusi, stimulus fiskal dan moneter dan kekuatan pasar akan memberikan kontribusi bagi kembalinya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam konteks stabilitas harga," demikian FOMC.
Terkait hal ini, The Fed akan menggunakan seluruh alatnya untuk mengembalikan perekonomian AS dan menciptakan stabilitas harga. Karenanya, kebijakan suku bunga rendah 0% hingga 0,25% akan dipertahankan.
The Fed juga akan memberikan dukungan bagi kredit perumahan dan sektor perumahan serta secara keseluruhan akan memperbaiki pasar kredit swasta. The Fed akan menggelontorkan total US$ 1,25 triliun untuk agen surat berharga berbasis hipotek dan US$ 200 miliar untuk agen surat berharga hingga akhir tahun ini. The Fed juga dalam proses untuk membeli surat berharga pemerintah AS senilai US$ 300 miliar.
Analis menilai, keputusan FOMC tersebut sangat lunak dibandingkan kebijakan-kebijakan yang cukup ekstrim yang diambil bank sentral tersebut sebelumnya dalam rangka mendongkrak perekonomian.
"The Fed kini sedikit tidak terlalu khawatir tapi tidak berada dalam satu titik untuk tergantung pada perekonomian terlebih dahulu atau bertaruh seberapa kuat pemulihan ekonomi akan berlangsung," ujar Robert Brusca dari FAO Economics seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:58 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:42 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Garuda Mendarat Mulus di Taoyuan
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
