Negara Tetangga Antre Beras Ekspor Dari RI
Rabu, 19/08/2009 16:57 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Banyak negara tetangga ASEAN seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Timor Leste berambisi mendesak Indonesia agar mengekspor berasnya ke negara-negara tersebut. Indonesia belum memastikan kepastian untuk mengekspor beras.
"Malaysia sudah minta, Filipina sudah Mou, negara yang sudah minta juga adalah Brunei dan Timor Leste," kata Direktur Perum Bulog Mustafa Abubakar di kantornya, Jakarta, Selasa (19/8/2009).
Dikatakan Mustafa, jika angka ramalan kuartal tiga atau empat dari BPS di tahun 2009 target produksi 40 juta ton beras bisa terealisasi maka setidaknya 1-1,5 juta ton beras medium berpeluang diekspor ke negara-negara tetangga tersebut.
Mustafa juga mengatakan saat ini kiprah keberhasilan Indonesia dalam menanggulangi stabilitas harga beras di dalam negeri termasuk keberhasilan dalam program raskin sangat direspon positif oleh negara tetangga. Bahkan banyak negara tetangga berminat untuk belajar dari Indonesia.
"Negara sahabat kita menaruh perhatian termasuk dari Malaysia Bernas (Lembaga Pangan Malaysia) melakukan kunjungan ke Cimahi, Makassar. Mereka mengirim 4 delegasinya," terang Mustafa.
Selain itu kata Mustafa Indonesia juga telah melakukan Mou kerjasama dengan beberapa negara lainnya seperti dengan Filipina melalui NFA (lembaga pangan Filipina), dengan VinaFood Vietnam dan lain-lain.
(hen/dnl)
"Malaysia sudah minta, Filipina sudah Mou, negara yang sudah minta juga adalah Brunei dan Timor Leste," kata Direktur Perum Bulog Mustafa Abubakar di kantornya, Jakarta, Selasa (19/8/2009).
Dikatakan Mustafa, jika angka ramalan kuartal tiga atau empat dari BPS di tahun 2009 target produksi 40 juta ton beras bisa terealisasi maka setidaknya 1-1,5 juta ton beras medium berpeluang diekspor ke negara-negara tetangga tersebut.
Mustafa juga mengatakan saat ini kiprah keberhasilan Indonesia dalam menanggulangi stabilitas harga beras di dalam negeri termasuk keberhasilan dalam program raskin sangat direspon positif oleh negara tetangga. Bahkan banyak negara tetangga berminat untuk belajar dari Indonesia.
"Negara sahabat kita menaruh perhatian termasuk dari Malaysia Bernas (Lembaga Pangan Malaysia) melakukan kunjungan ke Cimahi, Makassar. Mereka mengirim 4 delegasinya," terang Mustafa.
Selain itu kata Mustafa Indonesia juga telah melakukan Mou kerjasama dengan beberapa negara lainnya seperti dengan Filipina melalui NFA (lembaga pangan Filipina), dengan VinaFood Vietnam dan lain-lain.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:15 WIB
Sri Mulyani Anggap Korupsi Perjalanan Dinas Turunkan Martabat PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:58 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:42 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 09:39 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
