Industri Manufaktur Maksimalkan Jurus Redam FTA
Jumat, 21/08/2009 16:09 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Departemen Perindustrian akan memaksimalkan mekanisme prosedur non tarif (non barrier) dalam menghadapi akses negatif perdagangan bebas. Hal tiu dilakukan mengingat prosedur tarif tidak mungkin lagi dilakukan pada saat pelaksanaan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang akan diberlakukan.
"Isu kedepan itu proteksi dalam tarif sudah tidak ada, yang ada yaitu bagaimana instrumen lain seperti non tarif dimaksimalkan," Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari, di kantornya Jumat (21/8/2009).
Ansari menjelaskan, saat ini instrumen non tarif yang harus di optimalkan sesuai dengan desakan kalangan pengusaha di tanah air adalah mempercepat proses penerapan safeguard, yaitu instrumen pengenaan bea masuk tambahan yang ditetapkan jika pasar dalam negeri dibanjiri produk impor sehingga industri dalam negeri mengalami kerugian.
"Itu yang kita minta, yaitu proses pembuktian safeguard lebih cepat, saya katakan bisa nggak dalam tiga bulan," kata Ansari.
Ia mengatakan, selama ini proses pembuktian injury dalam pengenaan safeguard memerlukan waktu yang lama hingga 9 bulan lebih. Padahal, kata dia, secara prinsip hanya memerlukan pembuktian rush impor, dan dampak kerugian yang berkaitan keduanya.
"Pak Gusmardi (Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Depdag) yang menawarkan akan meneliti, pengusaha meminta untuk dipercepat (proses pengenaan safeguard)," ungkapnya.
Selain memaksimalkan proses prosedur pengenaan safeguard yang lebih cepat, pihaknya juga akan memaksimalkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), instrumen anti dumping, anti subsidi dan TBT (technical barriers to trade). Sehingga mekanisme yang akan dimaksimalkan paling tidak ada 5 instrumen dalam menghadapi FTA.
Seperti diketahui, Indonesia bersama negara ASEAN lainnya telah bersepakat melakukan perdagangan dengan China, India, termasuk IJEPA dengan Jepang secara bilateral.
(hen/ang)
"Isu kedepan itu proteksi dalam tarif sudah tidak ada, yang ada yaitu bagaimana instrumen lain seperti non tarif dimaksimalkan," Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari, di kantornya Jumat (21/8/2009).
Ansari menjelaskan, saat ini instrumen non tarif yang harus di optimalkan sesuai dengan desakan kalangan pengusaha di tanah air adalah mempercepat proses penerapan safeguard, yaitu instrumen pengenaan bea masuk tambahan yang ditetapkan jika pasar dalam negeri dibanjiri produk impor sehingga industri dalam negeri mengalami kerugian.
"Itu yang kita minta, yaitu proses pembuktian safeguard lebih cepat, saya katakan bisa nggak dalam tiga bulan," kata Ansari.
Ia mengatakan, selama ini proses pembuktian injury dalam pengenaan safeguard memerlukan waktu yang lama hingga 9 bulan lebih. Padahal, kata dia, secara prinsip hanya memerlukan pembuktian rush impor, dan dampak kerugian yang berkaitan keduanya.
"Pak Gusmardi (Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Depdag) yang menawarkan akan meneliti, pengusaha meminta untuk dipercepat (proses pengenaan safeguard)," ungkapnya.
Selain memaksimalkan proses prosedur pengenaan safeguard yang lebih cepat, pihaknya juga akan memaksimalkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), instrumen anti dumping, anti subsidi dan TBT (technical barriers to trade). Sehingga mekanisme yang akan dimaksimalkan paling tidak ada 5 instrumen dalam menghadapi FTA.
Seperti diketahui, Indonesia bersama negara ASEAN lainnya telah bersepakat melakukan perdagangan dengan China, India, termasuk IJEPA dengan Jepang secara bilateral.
(hen/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
