Kiat Jitu Mengelola THR
Senin, 24/08/2009 11:37 WIB
Foto: Taufik Gumulya
Jakarta - Bulan puasa segera (telah) tiba, lebaran pun segera menyusul ya Idul Fitri (1430 H) merupakan hari raya umat Islam sebagaimana Waisak adalah hari raya umat Budha, Nyepi milik umat Hindu dan Natal untuk umat Kristiani.
Adalah hal wajar saat menjelang hari raya setiap masyrakat memerlukan biaya tambahan untuk merayakannya. Bagi pemberi kerja sudah sewajarnya untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tentunya bagi karyawan sudah membayangkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan diterima, bahkan dalam banyak kasus banyak karyawan yang telah menunggu jauh sebelum THR diterima, dalam benaknya uang 'bonus' tersebut akan dibelanjakan ini, itu dan lain-lain.
Pembaca yang bijaksana alangkah baiknya selagi dana belum diterima mari kita rencanakan kemana saja alokasi THR itu akan digunakan, berikut kiat-kiat jitu pengelolaan THR:
Patut disadari bahwa jumlah THR yang diterima tidak sebesar Gaji bersih yang diterima (setelah pajak/take home pay), misal gaji setelah pajak sebesar Rp 5 juta maka THR yang diterima adalah pasti dibawah 5 juta hal ini disebabkan potongan pajak atas THR yang disetahunkan.
Tentukan angka maksimum pengeluaran saat kita menerima THR, bandingkan dengan pengeluaran normal bulanan, kemudian perhatikan hal berikut:
A. Batasan pengeluaran THR yang sehat adalah maksimum 2 kali pengeluaran normal. Ingat dari pengeluaran bukan dari pemasukan normal, jadi (ini wajib hukumnya) pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Lalu batasan pengeluaran THR yang SEHAT itu untuk apa saja ya?:
1. Lunasi utang yang pembayarannya variabel/tidak konstan (biasanya hutang tanpa agunan), misalnya kartu kredit, kartu simpan pinjam, dll apapun namanya.., ingat! utang yang pembayarannya tidak konstan bunga-nya pasti tinggi!, jika belum bisa lunas minimal menguranginya. Budged untuk ini maksimal 30% dari gaji +THR bersih setelah pajak.
2. Bayar kewajiban + bonusnya kepada pihak yang terdekat, misalnya pembantu, baby sitter, sopir, tukang kebon, dll, jangan lupa mereka juga harus terima THR, bagi yg umat muslim jangan lupa sisihkan minimal 2.5% untuk pembayaran zakat.
3. Investasikan dulu, minimal 10% dari income + THR, ingat investasi juga bagian dari kewajiban anda sebagai karyawan, jika anda ingin menjadi makmur dikemudian hari.
4. Sisanya baru-lah dipakai untuk belanja dan mudik.
Box tips: Kiat jitu THR yang SEHAT:
Rencanakan.!, rencanakan dan rencanakan..., misal dalam kondisi normal saat anda tidak terima THR: Gaji 100% minus utang maksimal 30% minus investasi minimal 10% dan sisa yang digunakan sehari-hari sebesar 60%. Nah dari angka ini menjadi acuan pengeluaran pada saat THR kita terima.
Taufik Gumulya, CFP®. CEO pada TGRM Financial Planning Services
(qom/qom)
Adalah hal wajar saat menjelang hari raya setiap masyrakat memerlukan biaya tambahan untuk merayakannya. Bagi pemberi kerja sudah sewajarnya untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tentunya bagi karyawan sudah membayangkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan diterima, bahkan dalam banyak kasus banyak karyawan yang telah menunggu jauh sebelum THR diterima, dalam benaknya uang 'bonus' tersebut akan dibelanjakan ini, itu dan lain-lain.
Pembaca yang bijaksana alangkah baiknya selagi dana belum diterima mari kita rencanakan kemana saja alokasi THR itu akan digunakan, berikut kiat-kiat jitu pengelolaan THR:
Patut disadari bahwa jumlah THR yang diterima tidak sebesar Gaji bersih yang diterima (setelah pajak/take home pay), misal gaji setelah pajak sebesar Rp 5 juta maka THR yang diterima adalah pasti dibawah 5 juta hal ini disebabkan potongan pajak atas THR yang disetahunkan.
Tentukan angka maksimum pengeluaran saat kita menerima THR, bandingkan dengan pengeluaran normal bulanan, kemudian perhatikan hal berikut:
A. Batasan pengeluaran THR yang sehat adalah maksimum 2 kali pengeluaran normal. Ingat dari pengeluaran bukan dari pemasukan normal, jadi (ini wajib hukumnya) pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Lalu batasan pengeluaran THR yang SEHAT itu untuk apa saja ya?:
1. Lunasi utang yang pembayarannya variabel/tidak konstan (biasanya hutang tanpa agunan), misalnya kartu kredit, kartu simpan pinjam, dll apapun namanya.., ingat! utang yang pembayarannya tidak konstan bunga-nya pasti tinggi!, jika belum bisa lunas minimal menguranginya. Budged untuk ini maksimal 30% dari gaji +THR bersih setelah pajak.
2. Bayar kewajiban + bonusnya kepada pihak yang terdekat, misalnya pembantu, baby sitter, sopir, tukang kebon, dll, jangan lupa mereka juga harus terima THR, bagi yg umat muslim jangan lupa sisihkan minimal 2.5% untuk pembayaran zakat.
3. Investasikan dulu, minimal 10% dari income + THR, ingat investasi juga bagian dari kewajiban anda sebagai karyawan, jika anda ingin menjadi makmur dikemudian hari.
4. Sisanya baru-lah dipakai untuk belanja dan mudik.
Box tips: Kiat jitu THR yang SEHAT:
Rencanakan.!, rencanakan dan rencanakan..., misal dalam kondisi normal saat anda tidak terima THR: Gaji 100% minus utang maksimal 30% minus investasi minimal 10% dan sisa yang digunakan sehari-hari sebesar 60%. Nah dari angka ini menjadi acuan pengeluaran pada saat THR kita terima.
- Jika 2X atau sebesar 120% pengeluaran maka dapat disebut sebagai Pengeluaran THR yang SEHAT.
- Jika 2.7X atau sebesar 162% pengeluaran maka disebut sebagai pengeluaran yang WAJAR.
- Apabila lebih dari 2.7X atau diatas 162% maka yang bersangkutan pasti jadi PAILIT alias utang yang melilit...!!.
Taufik Gumulya, CFP®. CEO pada TGRM Financial Planning Services
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
