Pengusaha Sentil Maraknya Impor Bahan Kebutuhan Pokok
Senin, 24/08/2009 11:43 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kalangan pengusaha menuduh pemerintah tidak konsisten dan tidak berpihak kepada pelaku pasar dalam negeri dengan maraknya impor bahan pokok, pemerintah juga dinilai tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Menurut salah satu anggota Agribisnis Club, Tony Kristianto, permasalahan yang terjadi selama ini karena Departemen Perdagangan tidak tegas dalam melindungi pasar dalam negeri.
"Depdag membiarkan barang luar negeri masuk dengan bebas, seperti kedelai, gandum dan susu itu tidak kena pajak," katanya di sela acara Feed The World di Grand Hyatt, Jalan M Thamrin, Jakarta, Senin (24/8/2009).
Dengan maraknya produk impor tersebut, ia mengatakan, berapapun banyak produksi yang dilakukan oleh pengusaha dalam negeri dapat dipastikan bakal kalah bersaing dengan produk impor.
Hal serupa disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia Natsir Mansur. Ia merasa prihatin dengan sikap pemeirntah yang tidak tegas.
Menurutnya, setiap tahun pemerintah dan pengusaha selalu membahas hal yang sama berulang-ulang tanpa ada solusi. "Tetap saja 60 persen konsumsi kedelai kita impor. Itu artinya pemerintah kita tidak jalan," ujarnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Sekjen Depdag Ardiansyah Parman, impor bahan pangan yang selama ini dilakukan pemerintah bertujuan menjaga keseimbangan harga antara produsen dan konsumen.
Menurutnya, jika impor tidak dilakukan maka harga produk akan tinggi. Hal tersebut menguntungkan produsen tapi merugikan konsumen.
"Harus diperhatikan juga para konsumen yang sekaligus produsen, seperti petani. Bagi mereka harus ada keseimbangan harga yang tepat," ujarnya.
(ang/dnl)
Menurut salah satu anggota Agribisnis Club, Tony Kristianto, permasalahan yang terjadi selama ini karena Departemen Perdagangan tidak tegas dalam melindungi pasar dalam negeri.
"Depdag membiarkan barang luar negeri masuk dengan bebas, seperti kedelai, gandum dan susu itu tidak kena pajak," katanya di sela acara Feed The World di Grand Hyatt, Jalan M Thamrin, Jakarta, Senin (24/8/2009).
Dengan maraknya produk impor tersebut, ia mengatakan, berapapun banyak produksi yang dilakukan oleh pengusaha dalam negeri dapat dipastikan bakal kalah bersaing dengan produk impor.
Hal serupa disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia Natsir Mansur. Ia merasa prihatin dengan sikap pemeirntah yang tidak tegas.
Menurutnya, setiap tahun pemerintah dan pengusaha selalu membahas hal yang sama berulang-ulang tanpa ada solusi. "Tetap saja 60 persen konsumsi kedelai kita impor. Itu artinya pemerintah kita tidak jalan," ujarnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Sekjen Depdag Ardiansyah Parman, impor bahan pangan yang selama ini dilakukan pemerintah bertujuan menjaga keseimbangan harga antara produsen dan konsumen.
Menurutnya, jika impor tidak dilakukan maka harga produk akan tinggi. Hal tersebut menguntungkan produsen tapi merugikan konsumen.
"Harus diperhatikan juga para konsumen yang sekaligus produsen, seperti petani. Bagi mereka harus ada keseimbangan harga yang tepat," ujarnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
