Masak Indonesia Impor Garam?
Senin, 24/08/2009 11:54 WIB
Jakarta - Pemerintah ternyata masih melakukan impor garam sampai saat ini meskipun potensi produksi dalam negeri masih besar, karena itu Kadin mendesak pemerintah untuk berhenti melakukan impor garam. Dalam setahun nilai impor garam Indonesia mencapai Rp 1 triliun.
Demikian disampaikan Ketua Kadin MS Hidayat di sela acara Feed The World di Grand Hyatt, Jalan M. H Thamrin, Jakarta, Senin (24/8/2009).
"Dulu impor beras distop dan Bulog diberi wewenang dan berhasil. Jadi saya berharap impor garam distop juga karena banyak potensi dari kita yang bisa melakukan produksi," ungkapnya.
Ia mengatakan, BUMN dan perusahaan swasta lain penghasil garam diyakini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri jika diberi berbagai kemudahan dari pemerintah.
"Kan kita negara maritim, masak impor garam," imbuhnya.
Menurutnya, usulan penghentian impor garam tersebut akan segera disampaikan ke Presiden SBY di bulan ini. "Supaya bisa dimasukkan dalam program kerja 100 hari dan 5 tahun ke depan," imbuhnya.
Hidayat menambahkan yang bisa dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini adalah menaikkan bea masuk impor garam. Tidak hanya impor garam, tetapi produk lainnya seperti kedelai, gula, daging, dan ikan.
"Masak negara maritim impor ikan dari Pakistan. Berapa pun banyaknya malulah kita. Padahal laut kita luas tapi ikannya dicolongin sama Thailand," imbuhnya.
(ang/dnl)
Demikian disampaikan Ketua Kadin MS Hidayat di sela acara Feed The World di Grand Hyatt, Jalan M. H Thamrin, Jakarta, Senin (24/8/2009).
"Dulu impor beras distop dan Bulog diberi wewenang dan berhasil. Jadi saya berharap impor garam distop juga karena banyak potensi dari kita yang bisa melakukan produksi," ungkapnya.
Ia mengatakan, BUMN dan perusahaan swasta lain penghasil garam diyakini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri jika diberi berbagai kemudahan dari pemerintah.
"Kan kita negara maritim, masak impor garam," imbuhnya.
Menurutnya, usulan penghentian impor garam tersebut akan segera disampaikan ke Presiden SBY di bulan ini. "Supaya bisa dimasukkan dalam program kerja 100 hari dan 5 tahun ke depan," imbuhnya.
Hidayat menambahkan yang bisa dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini adalah menaikkan bea masuk impor garam. Tidak hanya impor garam, tetapi produk lainnya seperti kedelai, gula, daging, dan ikan.
"Masak negara maritim impor ikan dari Pakistan. Berapa pun banyaknya malulah kita. Padahal laut kita luas tapi ikannya dicolongin sama Thailand," imbuhnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorpusi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:15 WIB
Sri Mulyani Anggap Korupsi Perjalanan Dinas Turunkan Martabat PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
