detikfinance

Baru Dapat Pinjaman, KS Cari Utangan Lagi US$ 145 Juta

Indro Bagus SU - detikfinance
Rabu, 26/08/2009 12:48 WIB
Foto: dok Krakatau Steel
Jakarta - PT Krakatau Steel sedang menjajaki pinjaman baru sebesar US$ 145 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk program revitalisasi perseroan yang dianggarkan sebesar US$ 200 juta.

"Sebelum akhir tahun kami akan mendapat pinjaman lagi sebesar US$ 145 juta," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/8/2009).

Fazwar mengatakan, selain revitalisasi, dana tersebut juga akan digunakan untuk membiayai program modernisasi pabrik perseroan. Total dana yang dibutuhkan perusahaan plat merah itu ditaksir mencapai US$ 200 juta.

"Rencananya kita akan mengajukan tender lagi ke ECA (Export Credit Agreement), pinjaman negara-negara Eropa Barat. Mungkin sekitar September dan Oktober," ujar Fazwar.

Fazwar mengatakan, perseroan sedang berencana meningkatkan produksi upstream iron making, midstream steel making dan downstream hot roll coils di pabrik Cilegon.

"Iron making akan ditingkatkan produksinya dari saat ini 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton. Steel making akan ditingkatkan menjadi 2 juta ton dari saat ini 1,5 juta ton per tahun," ujarnya.

Untuk hot roll coils (HRC) akan ditingkatkan menjadi 2,4 juta ton, dari saat ini 2 juta ton per tahun. Kebutuhan dana untuk meningkatkan produksi HRC sekitar US$ 55 juta.

"Untuk HSC sudah diperoleh dari KFW IPEX dan HVB Bank sebesar  38,7 juta Euro atau sekitar US$ 55 juta. Untuk peningkatan iron making dan steel making kebutuhannya sekitar US$ 145 juta, itu yang sedang dicari," ujarnya.

(dro/ang)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.