DPR Minta Kenaikan Tarif Tol Diundur Setelah Lebaran
Jumat, 28/08/2009 11:12 WIB
Foto: dok. detikFinance
Jakarta - Desakan pihak DPR yang menginginkan kenaikan tarif tol untuk diundur setelah lebaran karena mempertimbangkan sensitivitas periode lebaran, hingga saat ini belum diputuskan oleh pemerintah.
Pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengusulkan kenaikan tarif tol efektif berlaku pada 4 September 2009.
"Masih dibahas dengan Pak Menteri. Kemarin waktu rapat di DPR kesimpulannya dengan mempertimbangan sensitivitas itu (lebaran)," kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak saat dihubungi, saat ditanya kemungkinan pemberlakuan efektif tarif tol mundur setelah lebaran, Jumat (28/8/2009).
Dalam rencana kenaikan tarif tol berdasarkan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh BPJT disebutkan masa persiapan dan sosialisasi tarif tol dilakukan sebelum tanggal 31 Agustus 2009, dimana pada tanggal itu direncanakan sudah ada penerbitan keputusan menteri pekerjaaan umum.
Sedangkan periode penetapan tarif hingga 4 September 2009 sebagai periode yang diusulkan BPJT untuk efektifnya Keputusan Menteri.
"Memang belum ditetapkan tarifnya, hasil pertemuan DPR meminta mempertimbangkan soal sensitivitas (lebaran) itu. Yang penting bagi pemerintah harus mempertimbangkan SPM yang memenuhi," katanya.
Sebelumnya pihak BPJT mengusulkan kenaikan tarif tol pada 4 September 2009 dengan mempertimbangkan SPM. BPJT juga telah membuat 3 kategori pembagian kelompok dalam skema kenaikan tarif tol, yaitu:
Berdasarkan nilai inflasi data BPS periode Agustus 2007-Juli 2009 yang menjadi acuan BPJT, nilai inflasi pada periode tersebut untuk lokasi kenaikan tarif tol berada dalam rentang 12,74%-18,56%. Diantaranya Medan 14,15%, Jakarta 13,61%, Bogor 17,12%, Bandung 13,49%, Cirebon 18,56%, Semarang 14,03%, Surabaya 12,74%, Cilegon 16,43% dan Makasar 13,98%.
(hen/dnl)
Pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengusulkan kenaikan tarif tol efektif berlaku pada 4 September 2009.
"Masih dibahas dengan Pak Menteri. Kemarin waktu rapat di DPR kesimpulannya dengan mempertimbangan sensitivitas itu (lebaran)," kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak saat dihubungi, saat ditanya kemungkinan pemberlakuan efektif tarif tol mundur setelah lebaran, Jumat (28/8/2009).
Dalam rencana kenaikan tarif tol berdasarkan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh BPJT disebutkan masa persiapan dan sosialisasi tarif tol dilakukan sebelum tanggal 31 Agustus 2009, dimana pada tanggal itu direncanakan sudah ada penerbitan keputusan menteri pekerjaaan umum.
Sedangkan periode penetapan tarif hingga 4 September 2009 sebagai periode yang diusulkan BPJT untuk efektifnya Keputusan Menteri.
"Memang belum ditetapkan tarifnya, hasil pertemuan DPR meminta mempertimbangkan soal sensitivitas (lebaran) itu. Yang penting bagi pemerintah harus mempertimbangkan SPM yang memenuhi," katanya.
Sebelumnya pihak BPJT mengusulkan kenaikan tarif tol pada 4 September 2009 dengan mempertimbangkan SPM. BPJT juga telah membuat 3 kategori pembagian kelompok dalam skema kenaikan tarif tol, yaitu:
- Kenaikan reguler tanpa persyaratan terdapat 10 ruas, dimana sebanyak 9 ruas diantaranya dioperasikan oleh PT Jasa Marga dan 1 ruas oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada. Yaitu tol Jagorawi, Jakarta-Tengerang, Surabaya-Gempol, Padalarang-Cileunyi, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Ulujami-Pondok Aren, Palimanan-Kanci, Semarang A,B,C dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga.
- Reguler dengan persyaratan karena belum memenuhi SPM diantaranya milik PT Jasa Marga untuk ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, PT Bintaro Serpong Damai tol Serpong-Pondok Aren dan Ujung Pandang Tahap I dan II milik PT Bosowa Marga Nusantara dan JORR seksi S milik PT Jasa Marga.
- Mengalami kenaikan dan diikuti rasionalisasi tarif tol karena jalan tolnya harus direinvestasi dan direkonsesi sebagai kebijakan sebelumnya yang tidak menaikan tarif tol. Diantaranya milik PT Marga Mandalasakti untuk ruas Tangerang-Merak dan milik PT Margabumi Matra Raya Surabaya-Gresik.
Berdasarkan nilai inflasi data BPS periode Agustus 2007-Juli 2009 yang menjadi acuan BPJT, nilai inflasi pada periode tersebut untuk lokasi kenaikan tarif tol berada dalam rentang 12,74%-18,56%. Diantaranya Medan 14,15%, Jakarta 13,61%, Bogor 17,12%, Bandung 13,49%, Cirebon 18,56%, Semarang 14,03%, Surabaya 12,74%, Cilegon 16,43% dan Makasar 13,98%.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorpusi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
