Pemerintah Tak Mau Tunda Kenaikan Tarif Tol
Jumat, 28/08/2009 13:32 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan tidak ada penundaan rencana kenaikan tarif tol bagi ruas-ruas yang telah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).
"Sudah seharusnya tarif tol naik. Kami harus konsisten, SPM tetap harus dipenuhi," tegasnya saat ditemui dikantornya Jumat (28/8/2009).
Dengan adanya penegasan ini, hampir dipastikan desakan-desakan kalangan DPR terkait penundaan kenaikan tarif tol setelah lebaran tidak akan terjadi. Pemerintah akan tetap konsisten dengan undang-undang akan menaikan tarif tol jika telah memenuhi SPM.
Seperti diketahui, BPJT mengusulkan kenaikan tarif tol pada 4 September 2009 dengan mempertimbangkan SPM. BPJT juga telah membuat 3 katagori pembagian kelompok dalam skema kenaikan tarif tol, yaitu:
1. Ruas yang telah memenuhi SPM, yaitu kenaikannya reguler tanpa persyaratan terdapat 10 ruas, dimana sebanyak 9 ruas diantaranya dioperasikan oleh PT Jasa Marga dan 1 ruas oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada.
Tol yang telah memenuhi SPM yaitu Jagorawi, Jakarta-Tengerang, Surabaya-Gempol, Padalarang-Cileunyi, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Ulujami-Pondok Aren, Palimanan-Kanci, Semarang A,B,C dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga.
2. Reguler dengan persyaratan karena belum memenuhi SPM diantaranya milik PT Jasa Marga untuk ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, PT Bintaro Serpong Damai tol Serpong-Pondok Aren dan Ujung Pandang Tahap I dan II milik PT Bosowa Marga Nusantara dan JORR seksi S milik PT Jasa Marga.
3. Mengalami kenaikan dan diikuti rasionalisasi tarif tol karena jalan tolnya harus direinvestasi dan direkonsesi sebagai kebijakan sebelumnya yang tidak menaikan tarif tol. Diantaranya milik PT Marga Mandalasakti untuk ruas Tangerang-Merak dan milik PT Margabumi Matra Raya Surabaya-Gresik.
Kenaikan tarif tol disesuaikan setiap dua tahun sekali berdasarkan besaran inflasi. Dalam UU No 38 tahun 2004 ayat 3 dan PP 15 2005 pasal 68 ayat 1 inflasi dihitung berdasarkan indeks harga konsumen regional yang ditetapkan oleh BPS.
Berdasarkan nilai inflasi data BPS periode Agustus 2007-Juli 2009 yang menjadi acuan BPJT, nilai inflasi pada periode tersebut untuk lokasi kenaikan tarif tol berada dalam rentang 12,74%-18,56%. Diantaranya Medan 14,15%, Jakarta 13,61%, Bogor 17,12%, Bandung 13,49%, Cirebon 18,56%, Semarang 14,03%, Surabaya 12,74%, Cilegon 16,43% dan Makasar 13,98%.
(hen/ang)
"Sudah seharusnya tarif tol naik. Kami harus konsisten, SPM tetap harus dipenuhi," tegasnya saat ditemui dikantornya Jumat (28/8/2009).
Dengan adanya penegasan ini, hampir dipastikan desakan-desakan kalangan DPR terkait penundaan kenaikan tarif tol setelah lebaran tidak akan terjadi. Pemerintah akan tetap konsisten dengan undang-undang akan menaikan tarif tol jika telah memenuhi SPM.
Seperti diketahui, BPJT mengusulkan kenaikan tarif tol pada 4 September 2009 dengan mempertimbangkan SPM. BPJT juga telah membuat 3 katagori pembagian kelompok dalam skema kenaikan tarif tol, yaitu:
1. Ruas yang telah memenuhi SPM, yaitu kenaikannya reguler tanpa persyaratan terdapat 10 ruas, dimana sebanyak 9 ruas diantaranya dioperasikan oleh PT Jasa Marga dan 1 ruas oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada.
Tol yang telah memenuhi SPM yaitu Jagorawi, Jakarta-Tengerang, Surabaya-Gempol, Padalarang-Cileunyi, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Ulujami-Pondok Aren, Palimanan-Kanci, Semarang A,B,C dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga.
2. Reguler dengan persyaratan karena belum memenuhi SPM diantaranya milik PT Jasa Marga untuk ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, PT Bintaro Serpong Damai tol Serpong-Pondok Aren dan Ujung Pandang Tahap I dan II milik PT Bosowa Marga Nusantara dan JORR seksi S milik PT Jasa Marga.
3. Mengalami kenaikan dan diikuti rasionalisasi tarif tol karena jalan tolnya harus direinvestasi dan direkonsesi sebagai kebijakan sebelumnya yang tidak menaikan tarif tol. Diantaranya milik PT Marga Mandalasakti untuk ruas Tangerang-Merak dan milik PT Margabumi Matra Raya Surabaya-Gresik.
Kenaikan tarif tol disesuaikan setiap dua tahun sekali berdasarkan besaran inflasi. Dalam UU No 38 tahun 2004 ayat 3 dan PP 15 2005 pasal 68 ayat 1 inflasi dihitung berdasarkan indeks harga konsumen regional yang ditetapkan oleh BPS.
Berdasarkan nilai inflasi data BPS periode Agustus 2007-Juli 2009 yang menjadi acuan BPJT, nilai inflasi pada periode tersebut untuk lokasi kenaikan tarif tol berada dalam rentang 12,74%-18,56%. Diantaranya Medan 14,15%, Jakarta 13,61%, Bogor 17,12%, Bandung 13,49%, Cirebon 18,56%, Semarang 14,03%, Surabaya 12,74%, Cilegon 16,43% dan Makasar 13,98%.
(hen/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
