Penjualan Parsel Lebaran Diperkirakan Turun
Sabtu, 29/08/2009 15:07 WIB
Foto: Nia/detikFinance
Jakarta - Tingkat penjualan parsel diperkirakan menurun pada lebaran tahun ini. Menurut Angga, salah satu penjual parsel di kawasan Cikini, penjualan parsel pada pekan pertama ramadhan tahun ini masih sangat kecil.
"Sekarang ini sepi dibanding tahun lalu, tidak tahu juga alasannya kenapa. Mungkin banyak yang malas karena banyak aturan pelarangan pemberian parsel," keluh Angga ketika ditemui detikFinance di Jakarta, Sabtu (29/8/2009).
Menurutnya, penurunan penjualanya mencapai hingga 50 persen jika dibandingkan pekan pertama ramadhan tahun lalu.
"Tapi saya perkirakan akan ada lonjakan pembelian di pertengahan bulan ramadhan. Meski tetap saja tidak akan sebesar tahun lalu," katanya.
Mengenai harga penjualan, parsel yang ditawarkan sangat bervariasi, yaitu untuk makanan berkisar antara Ro 450.000-700.000 untuk,sedangkan untuk barang pecah belah sekitar Rp 1-1,5 juta.
Menurutnya, harga-harga tersebut masih bisa berubah disesuaikan dengan keinginan si pemesan. Jumlah produksi parsel per hari ditentukan oleh jumlah pesanan dan barang yang laku dijual.
"Jika stok hampir habis maka langsung diproduksi kembali,"jelas Angga.
Angga sendiri belum bisa memprediksi keuntungan untuk tahun ini karena baru akan diakumulasikan pada akhir bulan Ramadhan ini.
Lain halnya dengan Gede, pedagang asal Bali yang juga berjualan parsel di sekitar kawasan Cikini. Ia sudah bisa memperkirakan keuntungannya selama bulan ramadhan dengan cara melihat omset harian.
Menurutnya, keuntungan yang diperolehnya per hari bisa mencapai Rp 3-5 juta dengan penjualan perhari sekitar 100 item.
"Sekarang ini banyak orang yang masih lihat-lihat. Tetapi diharapkan pada 10 hari menjelang lebaran, penjualan akan meningkat," harap Gede.
(nia/ang)
"Sekarang ini sepi dibanding tahun lalu, tidak tahu juga alasannya kenapa. Mungkin banyak yang malas karena banyak aturan pelarangan pemberian parsel," keluh Angga ketika ditemui detikFinance di Jakarta, Sabtu (29/8/2009).
Menurutnya, penurunan penjualanya mencapai hingga 50 persen jika dibandingkan pekan pertama ramadhan tahun lalu.
"Tapi saya perkirakan akan ada lonjakan pembelian di pertengahan bulan ramadhan. Meski tetap saja tidak akan sebesar tahun lalu," katanya.
Mengenai harga penjualan, parsel yang ditawarkan sangat bervariasi, yaitu untuk makanan berkisar antara Ro 450.000-700.000 untuk,sedangkan untuk barang pecah belah sekitar Rp 1-1,5 juta.
Menurutnya, harga-harga tersebut masih bisa berubah disesuaikan dengan keinginan si pemesan. Jumlah produksi parsel per hari ditentukan oleh jumlah pesanan dan barang yang laku dijual.
"Jika stok hampir habis maka langsung diproduksi kembali,"jelas Angga.
Angga sendiri belum bisa memprediksi keuntungan untuk tahun ini karena baru akan diakumulasikan pada akhir bulan Ramadhan ini.
Lain halnya dengan Gede, pedagang asal Bali yang juga berjualan parsel di sekitar kawasan Cikini. Ia sudah bisa memperkirakan keuntungannya selama bulan ramadhan dengan cara melihat omset harian.
Menurutnya, keuntungan yang diperolehnya per hari bisa mencapai Rp 3-5 juta dengan penjualan perhari sekitar 100 item.
"Sekarang ini banyak orang yang masih lihat-lihat. Tetapi diharapkan pada 10 hari menjelang lebaran, penjualan akan meningkat," harap Gede.
(nia/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorpusi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
