detikfinance

LPS Bantah JK Soal Bailout Century

Herdaru Purnomo - detikfinance
Senin, 31/08/2009 06:58 WIB
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah pernyataan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang mengakui tidak tahu menahu tentang membengkaknya bailout (talangan) Bank Century.

Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani menegaskan, secara rutin pihaknya telah menyampaikan laporan keuangannya.

"Laporan rutin kami, laporan tahunan kami,  disampaikan kepada pemerintah, kepada presiden dan DPR," ujarnya dalam Konferensi Pers LPS, di Kantornya, Gedung BRI II, Jakarta, Minggu malam (30/08/2009).

Firdaus mengatakan bahwa semua yang dilakukan oleh LPS telah sesuai dengan prosedur, apalagi masalah laporan keuangan.

"Kalo wapres belum terima kita tidak tahu, yang jelas kita sudah melaporkan," tegasnya.

Ditambahkannya, setiap pelaporan keuangan LPS terhadap Century juga telah mendapatkan masukan serta penilaian oleh Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya, Wapres JK sempat mengatakan dirinya tidak diberitahu mengenai pelaksanaan bailout atau suntikan dana tersebut yang dilakukan oleh pemerintah melalui LPS.

"Saya tidak mendalami, penyelesaian tidak tahu. Waktu penyelesaian saya tidak dilapori tidak dikasih tahu," ujarnya.

Stop Suntik LPS


Firdaus juga menjelaskan, pihaknya mengharapkan tidak ada lagi suntikan modal kepada Bank Century. Hingga tanggal 21 Juli 2009, LPS telah melakukan upaya penyehatan bank sebesar Rp 6,7 triliun melalui penyertaan modal.

Selain itu, jika manajemen Bank Century saat ini tidak bisa menjaga rasio kecukupan modal (CAR) diposisi 8 persen maka manajemen harus siap untuk melepas jabatannya masing-masing.

Kepala Eksekutif LPS, Firdaus Djaelani mengatakan suntikan bertahap selama 4 kali hingga Juli 2009 tersebut, merupakan suntikan modal terakhir.

"Insya Allah, LPS tidak akan melakukan penyertaan modal kembali karena saat ini posisi CAR telah mencapai 8 persen," ujarnya

Firdaus menjelaskan dengan posisi CAR yang sudah berada sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) pihaknya optimistis Century akan terus tumbuh dan sudah tidak perlu lagi mendapatkan suntikan modal.

Direktur Klaim dan Resolusi Bank LPS, Noor Cahyo yang ditemui ditempat yang sama menegaskan bahwa manajemen Bank Century harus siap untuk diturunkan jika tidak bisa menjaga CAR tetap diposisi 8 persen.

"Mereka harus menjaga CAR diposisi 8 persen. Itu ada di kontrak manajemen jika gagal maka nantinya harus diganti lagi dengan manajemen baru dan itu kontrak antara direksi yang sekarang dengan LPS sebagai pemilik," papar Noor Cahyo.

Dikatakan Noor Cahyo, batasan CAR sesuai dengan ketetapan Bank Indonesia mengenai bank sehat yakni sebesar 8 persen, maka mereka harus tetap menjaganya.






(dru/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.