Pemerintah Pastikan Penundaan Kenaikan Tarif Tol
Rabu, 02/09/2009 18:37 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Akhirnya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan penundaan jadwal kenaikan tarif tol sesudah lebaran ini. Setelah sebelumnya kenaikan tarif tol jadwalkan akan dilakukan pada tanggal 4 September 2009 lusa.
"Belum (4 September) diputuskan oleh Pak Menteri. Sedang kita evaluasi kembali kemungkinan besar nanti setelah lebaran, ya untuk semua ruas (14 ruas tol)," kata Kepala BPJT Nurdin Manurung saat dihubungi detikFinance , Rabu (2/9/2009).
Ia mengatakan salah satu alasan utama penundaan ini karena pemerintah mencoba memahami faktor sensivitas kondisi masyarakat yang sedang menghadapi puasa dan lebaran. Nurdin juga memastikan kalau penundaan ini tidak melanggar ketentuan yang ada karena para operator tol sudah menyepakatinya.
"Biar puasanya lebih tenanglah. Tadi saya sudah ngomong secara baik-baik dengan para operatornya, demi kepentingan bersamalah di suasana puasa ini, mungkin nanti setelah lebaran ini," tegasnya.
Nurdin juga menegaskan pihaknya belum memastikan kapan waktu persis kenaikan tol setelah lebaran nanti karena masih perlu dibicarakan kembali dengan Menteri Pekerjaan Umum.
Namun, kata dia, meski telah dipastikan setelah lebaran bagi 4 ruas yang masih belum memenuhi syarat alias belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) kenaikan tarifnya masih harus menunggu SPM-nya terpenuhi.
"Tanggal 4 September sudah pasti tidak. Bagi yang belum memenuhi SPM harus memenuhi SPM," jelasnya.
Seperti diketahui BPJT sebelumnya mengusulkan kenaikan tarif tol pada 4 September 2009 dengan mempertimbangkan hasil evaluasi SPM para operator tol.
Berikut ruas-ruas yang telah memenuhi SPM, sebanyak 10 ruas yang dipastikan akan naik setelah lebaran yaitu tol Jagorawi, Jakarta-Tengerang, Surabaya-Gempol, Padalarang-Cileunyi, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Ulujami-Pondok Aren, Palimanan-Kanci, Semarang A,B,C dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga.
Sedangkan empat ruas yang belum memenuhi SPM, dan harus memenuhi SPM sebelum dinaikan tarifnya diantaranya milik PT Jasa Marga untuk ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, PT Bintaro Serpong Damai untuk rua tol Serpong-Pondok Aren dan Ujung Pandang Tahap I dan II milik PT Bosowa Marga Nusantara dan JORR seksi S milik PT Jasa Marga.
(hen/dnl)
"Belum (4 September) diputuskan oleh Pak Menteri. Sedang kita evaluasi kembali kemungkinan besar nanti setelah lebaran, ya untuk semua ruas (14 ruas tol)," kata Kepala BPJT Nurdin Manurung saat dihubungi detikFinance , Rabu (2/9/2009).
Ia mengatakan salah satu alasan utama penundaan ini karena pemerintah mencoba memahami faktor sensivitas kondisi masyarakat yang sedang menghadapi puasa dan lebaran. Nurdin juga memastikan kalau penundaan ini tidak melanggar ketentuan yang ada karena para operator tol sudah menyepakatinya.
"Biar puasanya lebih tenanglah. Tadi saya sudah ngomong secara baik-baik dengan para operatornya, demi kepentingan bersamalah di suasana puasa ini, mungkin nanti setelah lebaran ini," tegasnya.
Nurdin juga menegaskan pihaknya belum memastikan kapan waktu persis kenaikan tol setelah lebaran nanti karena masih perlu dibicarakan kembali dengan Menteri Pekerjaan Umum.
Namun, kata dia, meski telah dipastikan setelah lebaran bagi 4 ruas yang masih belum memenuhi syarat alias belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) kenaikan tarifnya masih harus menunggu SPM-nya terpenuhi.
"Tanggal 4 September sudah pasti tidak. Bagi yang belum memenuhi SPM harus memenuhi SPM," jelasnya.
Seperti diketahui BPJT sebelumnya mengusulkan kenaikan tarif tol pada 4 September 2009 dengan mempertimbangkan hasil evaluasi SPM para operator tol.
Berikut ruas-ruas yang telah memenuhi SPM, sebanyak 10 ruas yang dipastikan akan naik setelah lebaran yaitu tol Jagorawi, Jakarta-Tengerang, Surabaya-Gempol, Padalarang-Cileunyi, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Ulujami-Pondok Aren, Palimanan-Kanci, Semarang A,B,C dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga.
Sedangkan empat ruas yang belum memenuhi SPM, dan harus memenuhi SPM sebelum dinaikan tarifnya diantaranya milik PT Jasa Marga untuk ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, PT Bintaro Serpong Damai untuk rua tol Serpong-Pondok Aren dan Ujung Pandang Tahap I dan II milik PT Bosowa Marga Nusantara dan JORR seksi S milik PT Jasa Marga.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
