detikfinance

Penerimaan Negara bertambah US$ 2-3 juta dari LNG Tangguh.

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 03/09/2009 12:29 WIB
Foto: BP Indonesia
Jakarta - Pemerintah mendapat penyisihan pendapatan sebelum bagi hasil (First Trench Petroleum) sebesar US$ 2-3 juta dari pengiriman 16 kargo LNG Tangguh yang dilaksanakan tahun ini.

"Tambahan penerimaan negara tahun ini sekitar US$ 2-3 juta dan diharapkan bisa terus meningkat," kata Kepala BP Migas R Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9/2009).

Priyono menyatakan, ekspor 16 kargo LNG dari Kilang yang terletak di Teluk Bituni tersebut akan dilaksanakan sepanjang tahun 2009. Pengiriman pertama Tangguh dilakukan pada 6 Juli 2009 lalu ke Posco, Korsel.

"Sampai saat ini, Tangguh sudah mengirimkan tiga kargo ke pembeli di Fujian, Cina; Posco, Korsel; dan Sempra, AS," jelasnya.

Untuk diketahui, pasokan LNG Tangguh berasal dari tiga blok yakni Berau, Muturi, dan Wiriagar. Cadangan terbukti ketiga blok tersebut mencapai 14,4 triliun kaki kubik (TCF). Produksi LNG pertamanya pada 14 Juni lalu.

Proyek Tangguh memiliki kontrak jangka panjang untuk menyuplai 2,6 juta MT LNG per tahun selama 25 tahun ke terminal regasifikasi Fujian di China, 1,15 juta MT per tahun selama 25 tahun kepada K-Power dan Posco di Korea Selatan, dan kontrak fleksibel untuk menyuplai hingga 3,6  juta MT per tahun selama 20 tahun ke terminal regasifikasi LNG Sempra di  California, Amerika Selatan.

Sebelumnya, Priyono pernah menyampaikan, tahun ini Tangguh memiliki kontrak pengiriman sebanyak 56 kargo dimana satu kargo berisi sekitar 150.000 m3. Rinciannya adalah 17 kargo ke Fujian, China; Posco 8 kargo; Sempra 19 kargo; dan K-Power 12 kargo.


(epi/ang)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.