LPEI Diminta Cari Pasar Ekspor Baru
Jumat, 04/09/2009 16:40 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) diminta untuk mencari pasar baru bagi ekspor Indonesia di luar pasar-pasar konvensional yang sudah ada. Hal ini dilakukan belajar dari krisis ekonomi global yang menghantam ekspor dunia termasuk Indonesia
Demikian disampaikan oleh Anggota Dewan Direktur LPEI Hadiyanto saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (/9/2009)
"LPEI dengan modal Rp 4 triliun cukup, tapi persolannya sekarang adalah bagaimana menemukan market baru, penetrasi pasar baru, produk baru. Eksportir juga harus kita berdayakan lebih baik baik lagi sehingga pasar ekspor kita tidak hanya ekspor tradisional seperti Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat, tapi mesti bisa masuk ke Middle East juga Afrika," tuturnya.
Hadiyanto mengatakan paling tidak ada 10 produk unggulan yang akan dipasarkan untuk ekspor Indonesia yaitu di sektor sumber daya alam, manufaktur, dan jasa perdagangan.
"LPEI tentunya juga bekerjsama dengan bank ekspor lain di luar negeri seperti US Exim Bank , dan lain-lain," ucapnya.
Selain itu di tempat terpisah, Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagngan Edi Putra Irawady menyarankan agar Mahendra bisa fokus terhadap daerah Timur Tengah dan Rusia.
(nia/dnl)
Demikian disampaikan oleh Anggota Dewan Direktur LPEI Hadiyanto saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (/9/2009)
"LPEI dengan modal Rp 4 triliun cukup, tapi persolannya sekarang adalah bagaimana menemukan market baru, penetrasi pasar baru, produk baru. Eksportir juga harus kita berdayakan lebih baik baik lagi sehingga pasar ekspor kita tidak hanya ekspor tradisional seperti Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat, tapi mesti bisa masuk ke Middle East juga Afrika," tuturnya.
Hadiyanto mengatakan paling tidak ada 10 produk unggulan yang akan dipasarkan untuk ekspor Indonesia yaitu di sektor sumber daya alam, manufaktur, dan jasa perdagangan.
"LPEI tentunya juga bekerjsama dengan bank ekspor lain di luar negeri seperti US Exim Bank , dan lain-lain," ucapnya.
Selain itu di tempat terpisah, Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagngan Edi Putra Irawady menyarankan agar Mahendra bisa fokus terhadap daerah Timur Tengah dan Rusia.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
