Mendag: Serbuan Pakaian Impor Belum Mengkhawatirkan
Minggu, 06/09/2009 16:37 WIB
dok detikfinance
Bandung - Dugaan maraknya pakaian impor yang mulai masuk ke pasar dalam negeri menyusul memasuki lebaran belum menjadi kekhawatiran pemerintah. Bahkan dugaan impor pakaian ilegal sampai saat ini belum ditangani serius oleh pemerintah.
"Kita tidak perlu khawatir dengan adanya pakaian impor, selama memiliki kualitas yang baik dan memiliki standar dan tidak menyalahi aturan impor barang," tegas Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela acara pemberian bantuan di lokasi Gempa Pengalengan, Bandung, Minggu (6/9/2009).
Mengenai dugaan pakaian impor ilegal yang berpeluang meningkat pada lebaran ini, Mari mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan. Ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan termasuk Bea Cukai.
"Pakaian ilegal, saya belum dapat laporannya. Ini harus saya koordinasikan dulu dengan bea cukai dan pihak keamanan," ucapnya.
Masalah pakaian impor ilegal sempat mencuat, setelah sebelumnya Kantor Bea dan Cukai Surabaya berhasil mengagalkan usaha penyelundupan pakaian bekas asal Malaysia yang dikirim ke Banyuwangi Jawa Timur, penindakan dilakukan pada 26 Agustus 2009 yang lalu di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Kerugian pakaian impor ilegal bekas bukan hanya bersifat materi, namun juga akan mengganggu industri tekstil dalam negeri, potensi endemi penyakit dan martabat bangsa.
(hen/hen)
"Kita tidak perlu khawatir dengan adanya pakaian impor, selama memiliki kualitas yang baik dan memiliki standar dan tidak menyalahi aturan impor barang," tegas Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela acara pemberian bantuan di lokasi Gempa Pengalengan, Bandung, Minggu (6/9/2009).
Mengenai dugaan pakaian impor ilegal yang berpeluang meningkat pada lebaran ini, Mari mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan. Ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan termasuk Bea Cukai.
"Pakaian ilegal, saya belum dapat laporannya. Ini harus saya koordinasikan dulu dengan bea cukai dan pihak keamanan," ucapnya.
Masalah pakaian impor ilegal sempat mencuat, setelah sebelumnya Kantor Bea dan Cukai Surabaya berhasil mengagalkan usaha penyelundupan pakaian bekas asal Malaysia yang dikirim ke Banyuwangi Jawa Timur, penindakan dilakukan pada 26 Agustus 2009 yang lalu di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Kerugian pakaian impor ilegal bekas bukan hanya bersifat materi, namun juga akan mengganggu industri tekstil dalam negeri, potensi endemi penyakit dan martabat bangsa.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
