Plus Minus Indofood Melepas Indomie
Selasa, 08/09/2009 10:16 WIB
Foto: Depperin
Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) baru saja memisahkan divisi yang memproduksi mie instant ke dalam anak usaha sendiri yang diberi nama PT Indofood Consumer Branded Product Sukses Makmur.
Mastono Ali, Retail Research Analyst PT CIMB Securities Indonesia melihat, ada beberapa poin plus minus yang harus diwaspadai dalam pemisahan divisi mie instan yang selama ini menjadi unggulannya, yakni Indofood.
"Kami menilai opsi tersebut dengan positif, dengan keuntungan jangka pendek listing dari CBP unit menambah nilai bagi pemegang saham," ujar Mastono dalam review hariannya, Selasa (8/9/2009).
"Kekhawatiran jangka menengah dan panjang adalah induk perusahaan yang terdilusi, sehingga menurut kami, manajemen INDF harus menjelaskan portfolio mix dan 'capital structure' apabila listing ini terjadi," tambahnya.
Ia menjelaskan, perusahaan baru ini akan bebas hutang dengan cash Rp246 miliar dan pada timing yang tepat karena industri mie instant yang dominan dan menguntungkan dengan masa depan yang cerah.
Dalam pertemuannya dengan analis di Hong Kong dan Singapura awal September, manajemen INDF mendapat banyak pertanyaan mengenai margin mie instan hingga model bisnis INDF dan geared balance sheet.
"Kesimpulan adalah, investor menyukai model bisnis yang terintegrasi
secara vertical dan setuju bahwa INDF akan diuntungkan oleh recovery dari permintaan konsumen domestik," ungkap Mastono.
Menajeman INDF juga menyatakan akan mempertahankan EBIT margin tidak kurang dari 8% untuk mempertahankan return on investment 16-18%. Margin telah rebound pada 1Q09 setelah harga komoditas melemah sementara kenaikan harga pada Aug09 mempersiapkan kenaikan biaya memasuki FY10 sehingga margin akan meningkat pada 2H09.
Ketika ditanya mengenai strategi harga apakah menggunakan 'cost plus' atau 'purchasing power driven', INDF menjawab akan tergantung pada kompetitor. Contohnya adlaah untuk merek Indomie yang mendapat 95% jawaban respondent untuk mie instant, sehingga menjadi faktor kunci dalam menaikan harga.
"Kami mempertahankan rating OUTPERFORM untuk Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan target harga di Rp 2.900, tanpa mengubah estimasi dan asumsi dari metode SOP kami. Target harga kami tetap pada 10% discount to NAV, atau 20x dan 15x CY09-10 earnings," jelas Mastono.
EBIT margin akan membaik dengan pulihnya daya beli dan menurunnya kompetisi. Penurunan tajam pada EBIT margin, seperti yang terjadi akibat kenaikan harga gandum pada FY08 serta perang harga, kemungkinan tidak akan terjadi. Pada level margin saat ini, mie instant adalah '2 player market' dengan INDF 75-78% dan Wings Group 15-18%.
Pada perdagangan Selasa (8/9/2009) pukul 10.10 waktu JATS, saham INDF tercatat naik tipis Rp 50 menjadi Rp 2.600.
(qom/qom)
Mastono Ali, Retail Research Analyst PT CIMB Securities Indonesia melihat, ada beberapa poin plus minus yang harus diwaspadai dalam pemisahan divisi mie instan yang selama ini menjadi unggulannya, yakni Indofood.
"Kami menilai opsi tersebut dengan positif, dengan keuntungan jangka pendek listing dari CBP unit menambah nilai bagi pemegang saham," ujar Mastono dalam review hariannya, Selasa (8/9/2009).
"Kekhawatiran jangka menengah dan panjang adalah induk perusahaan yang terdilusi, sehingga menurut kami, manajemen INDF harus menjelaskan portfolio mix dan 'capital structure' apabila listing ini terjadi," tambahnya.
Ia menjelaskan, perusahaan baru ini akan bebas hutang dengan cash Rp246 miliar dan pada timing yang tepat karena industri mie instant yang dominan dan menguntungkan dengan masa depan yang cerah.
Dalam pertemuannya dengan analis di Hong Kong dan Singapura awal September, manajemen INDF mendapat banyak pertanyaan mengenai margin mie instan hingga model bisnis INDF dan geared balance sheet.
"Kesimpulan adalah, investor menyukai model bisnis yang terintegrasi
secara vertical dan setuju bahwa INDF akan diuntungkan oleh recovery dari permintaan konsumen domestik," ungkap Mastono.
Menajeman INDF juga menyatakan akan mempertahankan EBIT margin tidak kurang dari 8% untuk mempertahankan return on investment 16-18%. Margin telah rebound pada 1Q09 setelah harga komoditas melemah sementara kenaikan harga pada Aug09 mempersiapkan kenaikan biaya memasuki FY10 sehingga margin akan meningkat pada 2H09.
Ketika ditanya mengenai strategi harga apakah menggunakan 'cost plus' atau 'purchasing power driven', INDF menjawab akan tergantung pada kompetitor. Contohnya adlaah untuk merek Indomie yang mendapat 95% jawaban respondent untuk mie instant, sehingga menjadi faktor kunci dalam menaikan harga.
"Kami mempertahankan rating OUTPERFORM untuk Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan target harga di Rp 2.900, tanpa mengubah estimasi dan asumsi dari metode SOP kami. Target harga kami tetap pada 10% discount to NAV, atau 20x dan 15x CY09-10 earnings," jelas Mastono.
EBIT margin akan membaik dengan pulihnya daya beli dan menurunnya kompetisi. Penurunan tajam pada EBIT margin, seperti yang terjadi akibat kenaikan harga gandum pada FY08 serta perang harga, kemungkinan tidak akan terjadi. Pada level margin saat ini, mie instant adalah '2 player market' dengan INDF 75-78% dan Wings Group 15-18%.
Pada perdagangan Selasa (8/9/2009) pukul 10.10 waktu JATS, saham INDF tercatat naik tipis Rp 50 menjadi Rp 2.600.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
