India Minta RI Tambah Ekspor Batubara
Selasa, 08/09/2009 13:03 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - India meminta Indonesia meningkatkan impor batubara secara bertahap ke negara tersebut. Saat ini total ekspor batubara dari Indonesia ke India sekitar 13 juta ton per tahun
"Sekarang kita ekspor batubara 13 juta ton per tahun. Nanti dua bulan lagi akan ada tambahan 3 juta ton, itu akan naik terus secara bertahap," ungkap Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum menghadiri sidang paripurna DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2009).
Purnomo mengakui, prospek perdagangan batubara dengan India cukup baik, apalagi kebutuhan impor batubara di India saat ini mencapai 50 juta ton.
"Impor mereka naik terus, mereka butuh sampai 50 juta ton per tahun," ungkapnya.
Menurut Purnomo, hasil impor batubara yang dilakukan India tersebut digunakan untuk pasokan bahan bakar ke pabrik baja dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
"India itu produksi batubaranya lebih besar dari kita, tapi konsumsinya lebih besar lagi. Dia sama kayak Cina dan Amerika Serikat, konsumsi lebih besar dari produksi," jelasnya.
Purnomo menambahkan, di Indonesia sendiri dari total produksi batu bara sebesar 240 juta ton per tahun, hanya diserap sekitar 40 persen oleh domestik.
"Nanti kalau ada kebutuhan dalam negeri yang meningkat, produksi akan ditingkatkan. prinsipnya kita akan dorong perdagangan kita dengan India," tegasnya.
(epi/dnl)
"Sekarang kita ekspor batubara 13 juta ton per tahun. Nanti dua bulan lagi akan ada tambahan 3 juta ton, itu akan naik terus secara bertahap," ungkap Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum menghadiri sidang paripurna DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2009).
Purnomo mengakui, prospek perdagangan batubara dengan India cukup baik, apalagi kebutuhan impor batubara di India saat ini mencapai 50 juta ton.
"Impor mereka naik terus, mereka butuh sampai 50 juta ton per tahun," ungkapnya.
Menurut Purnomo, hasil impor batubara yang dilakukan India tersebut digunakan untuk pasokan bahan bakar ke pabrik baja dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
"India itu produksi batubaranya lebih besar dari kita, tapi konsumsinya lebih besar lagi. Dia sama kayak Cina dan Amerika Serikat, konsumsi lebih besar dari produksi," jelasnya.
Purnomo menambahkan, di Indonesia sendiri dari total produksi batu bara sebesar 240 juta ton per tahun, hanya diserap sekitar 40 persen oleh domestik.
"Nanti kalau ada kebutuhan dalam negeri yang meningkat, produksi akan ditingkatkan. prinsipnya kita akan dorong perdagangan kita dengan India," tegasnya.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
