detikfinance

Bea Cukai Amankan 2,5 Juta Potong Pakaian Selundupan Jelang Lebaran

Suhendra - detikfinance
Selasa, 08/09/2009 17:02 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan berhasil mengamankan pakaian impor ilegal sebanyak 2,5 juta potong menjelang lebaran ini. Pihak Bea Cukai sengaja menggalakkan patroli dalam menghadang serbuan pakaian impor ilegal yang diduga marak menjelang lebaran.

"Kita adakan patroli dan telah ditangkap 3 kapal di Banyuwangi, Pamekasan dan Dumai sebanyak  2,5 juta potong pakaian," kata Dirjen Bea Cukai Departemen Keuangan Anwar Suprijadi melalui pesan singkatnya kepada detikFinance , Selasa (8/9/2009).

Sebelumnya Ditjen Bea Cukai Jawa Timur telah berhasil menggagalkan penyelundupan pakaian asal Malaysia, yang berhasil diamankan beberapa hari lalu.

Di tempat terpisah Ketua Umum Kadin MS Hidayat mengatakan ia mendapat informasi bahwa menjelang lebaran ini banyak penyelundupan impor pakaian ilegal. 

Kondisi ini, kata Hidayat, tidak terlepas dari kondisi geografis Indonesia kurang menguntungkan dari sisi pengamaman penyelundupan karena negara kepulauan.

"Dirjen Bea Cukai, kita ingin dia menguasai aparat di bawahnya. Kalau dia (Anwar Suprijadi) very clean ," ucap Hidayat.



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.