detikfinance

Bea Keluar Kakao Belum Bisa Segera Direalisasikan

Suhendra - detikfinance
Rabu, 09/09/2009 16:35 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan realisasi penetapan pelaksanaan bea keluar (BK) terhadap produk ekspor kakao belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pembahasan mengenai ketentuan itu belum final di tingkat Menko Perekonomian.

"Kakao masih dalam kajian di kantor Menko Perekonomian belum final kajiannya," kata Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi di sela-sela acara penegahan di  KPU Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (9/9/2009).

Dikatakannya sampai saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan tersebut.

"Terserah mereka (pemerintah) kita hanya pelaksananya," ucap Anwar.

Anwar pun mengakui pelaksanaan dari BK kakao ini belum bisa dipastikan apakah pada tahun ini atau tahun depan nanti, karena kata dia sangat tergantung keputusan pemerintah (Menko).

Seperti diketahui pihak Bea dan Cukai cukup keteteran dengan target pendapatan BK yang tahun 2009 ini dipatok Rp 1,3 triliun.

Realisasi pendapatan Bea Keluar hingga periode 31 Agustus 2009  hanya sebesar Rp 520,7 miliar, padahal target akhir Agustus sebesar Rp 933 miliar atau masih kurang Rp 412,3 miliar, dengan target sampai akhir tahun 2009 sebesar Rp 1,3 triliun.



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.