detikfinance

JK Tidak Tahu Rencana Impor Gula

Gunawan Mashar - detikfinance
Jumat, 11/09/2009 14:03 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku tidak tahu menahu mengenai rencana pemerintah mengimpor gula. Padahal menteri perdagangan Mari Elka Pangestu sebelumnya telah memastikan rencana ekspor 180.000 ton raw sugar .

"Wah, saya tidak tahu itu soal impor gula sekarang ini," jelas JK ketika ditanya mengenai rencana impor gula, di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (11/9/2009).

Lebih lanjut JK menjelaskan, dulunya impor gula ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri, yang memerlukan gula dengan spesifikasi khusus. Namun seiring kenaikan harga gula internasional, industri akhirnya banyak yang menggunakan gula untuk kebutuhan rumah tangga.

"Sehingga kebutuhan gula rumah tangga juga menjadi naik, stoknya kurang. Karena itu untuk memenuhinya, diimpor untuk mengganti home industry ," tambah JK lagi.

Mendag sebelumnya menyatakan, pemerintah akan memberikan izin impor 180.000 ton raw sugar. Ia menegaskan izin impor 180.000 ton raw sugar ini, pada dasarnya hanyalah memanfaatkan kapasitas tidak terpakai di pabrik-pabrik gula PTPN. Khususny di penghujung dua bulan terakhir selama musim giling yaitu Oktober dan November.

(qom/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.