Stabilitas Harga Beras Jadi Rekor 2 Tahun Terakhir
Senin, 14/09/2009 12:05 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Para pedagang beras mengaku heran dengan stabilitas harga beras yang terjadi sekarang ini. Selama dua tahun berturut-turut harga beras 'manteng' di kisaran harga sekitar Rp 5.000 per kg.
"Sejak awal tahun 2008 harganya sekitar Rp 5.200 sampai sekarang ini masih sama ini rekor," kata Rusdi Syah salah satu pedagang beras di Cipinang, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Ia mengatakan dari sisi pedagang, dengan harga beras saat ini yang sangat stabil, ia merasa nyaman dan meski mendapat keuntungan wajar yang penting pasar bergairah. Bahkan, kata dia, praktek-praktek spekulasi beras sudah tidak dilakukan lagi karena semua proses distribusi, pasokan yang lancar dan harga yang stabil.
"Sekarang ini kita mau spekulasi nggak bisa. Nggak keuber dengan bunga bank," ungkapnya.
Sementara itu Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan stabilitas harga beras, tidak terlepas dari peran pedagang, petani, dan Bulog dalam menyeimbangkan pasar beras di dalam negeri.
Ia mencontohkan salah satu bentuk stabilnya harga beras sekarang ini, yaitu tidak adanya kenaikan harga beras yang berarti saat memasuki lebaran. Jika ada kenaikan harga beras masih berada di bawah 5%.
"Pedagang happy , tidak ada spekulasi. Sekarang ini kondisi pasar beras ideal, pedagang bisa berdagang secara sehat. Sulit ditemukan keseimbangan seperti sekarang ini," katanya.
(hen/dnl)
"Sejak awal tahun 2008 harganya sekitar Rp 5.200 sampai sekarang ini masih sama ini rekor," kata Rusdi Syah salah satu pedagang beras di Cipinang, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Ia mengatakan dari sisi pedagang, dengan harga beras saat ini yang sangat stabil, ia merasa nyaman dan meski mendapat keuntungan wajar yang penting pasar bergairah. Bahkan, kata dia, praktek-praktek spekulasi beras sudah tidak dilakukan lagi karena semua proses distribusi, pasokan yang lancar dan harga yang stabil.
"Sekarang ini kita mau spekulasi nggak bisa. Nggak keuber dengan bunga bank," ungkapnya.
Sementara itu Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan stabilitas harga beras, tidak terlepas dari peran pedagang, petani, dan Bulog dalam menyeimbangkan pasar beras di dalam negeri.
Ia mencontohkan salah satu bentuk stabilnya harga beras sekarang ini, yaitu tidak adanya kenaikan harga beras yang berarti saat memasuki lebaran. Jika ada kenaikan harga beras masih berada di bawah 5%.
"Pedagang happy , tidak ada spekulasi. Sekarang ini kondisi pasar beras ideal, pedagang bisa berdagang secara sehat. Sulit ditemukan keseimbangan seperti sekarang ini," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:59 WIB
Sri Mulyani Anggap Korupsi Perjalanan Dinas Turunkan Martabat PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
