Wawancara Taufiequrrahman Ruki
Saatnya Memperbaiki SDM dan Sistem di BPK
Senin, 14/09/2009 14:05 WIB
Taufiequrrahman Ruki (dok detikFinance)
Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrahman Ruki terpilih sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bagaimana Ruki menyikapi pemilihan anggota BPK kali ini yang dianggap penuh kontroversi?
Apa saja catatan Ruki soal kondisi BPK saat ini? Berikut wawancara detikFinance dengan Ruki di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Bagaimana prosedur pengangkatan Ketua BPK? apakah dipilih dari anggota baru BPK? Sebenarnya bagaimana mekanismenya?
Menurut pak Hasan Bisri, pemilihan ketua BPK berdasarkan Undang-undang. Tata cara pemilihan tersebut tertuang di dalam UU BPK yang diatur juga oleh BPK. Namun menurut sepengetahuan saya, UU tersebut belum diterbitkan.
Tetapi yang jelas pemilihan dilakukan, dari dan oleh anggota BPK. Dan itu dilakukan sesudah para anggota BPK mengucapkan sumpah janji.
Jadi walaupun keppres sudah keluar namun belum bisa menentukan Ketua BPK karena memang sebelum mengucap sumpah janji kita masih dianggap calon anggota BPK.
Namun teknis pemilihannya saya sendiri belum mengetahui. Tata caranya belum tahu persis tetapi yang jelas diatur oleh peraturan BPK. Pengajuannya apakah paket atau orang per orang juga belum tahu.
Intinya ke-7 anggota baru ditambah 2 anggota lama yang sudah ada yakni, Pak Herman dan Pak Sapto akan memilih siapa diantara 9 tersebut yang menjadi ketua.
Kapan keppres tersebut keluar?
Kita baru akan mendapatkan infonya setelah paripurna hari ini. Saya sendiri masih belum mengetahuinya.
Setelah terpilih apa yang ingin Anda lakukan kedepan sebagai anggota BPK? apakah kasus Century akan menjadi prioritas bapak?
Menurut saya, Century itu cuma sebuah kasus. Yang harus diperbaiki di BPK adalah tata cara sistem dan pelaksanaan pengelolaan tanggung jawab keuangan negara, baik itu dari daerah atau dari pusat. Sehingga jika nanti diperiksa akan timbul opini wajar tanpa pengecualian, dan outcome dari opini tersebut akan menghasilkan daya guna.
Lebih lanjut saya akan memperbaiki pelaksanaan pengelolaan. Ini dilakukan oleh aparatur negara dan institusi pemerintah dalam melakukan pemeriksaan opininya. Dan seperti yang tadi saya kemukakan harusnya timbul sebuah opini wajar tanapa pengecualian.
Yang ketiga yakni menelusuri dan mengkaji penyaluran uang dari suatu institusi agar selalu akuntabel, namun tetap mengerjakan kewajiban seperti kasus-kasus baru yang diminta untuk diaudit. Seperti century yang memang diaudit untuk kepentingan tertentu.
Apa yang menjadi kendala BPK dalam melakukan audit ?
Sebenarnya, intinya SDM (Sumber Daya Manusia) yang kurang. Kurangnya personil para auditor yang kompeten merupakan sebuah kendala penting. Ditambah sistem kerja yang harus diubah.
Dari regulasi sendiri dalam melakukan audit ada kendala pak?
Regulasi sebenarnya tidak ada masalah karena bisa dibicarakan dengan pemerintah dan para anggota dewan di DPR. saya kira tidak menjadi masalah.
BPK sendiri di audit oleh lembaga seperti BPK dari Belanda, bagaimana?
Itu kan hanya kebiasaan saja. Sebuah auditor general yang dianggap lembaga independen memang sesuai dengan kebiasaan harus diaudit oleh lembaga yang setara di tingkat Internasional.
Ini bukan menjadi masalah penting karena memang BPK sendiri sebagai objek sebuah pemeriksaaan yang kompetensi dan independensi sangat dijunjung tinggi.
Apa sih yang menjadi dasar Anda untuk mencalonkan kembali menjadi anggota BPK setelah sebelumnya menjabat Ketua KPK dan sudah lama sebagai Komisaris?
Saya pikir saya masih punya sebuah kemampuan untuk berbuat. Ide saya untuk bisa diterapkan untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik, serta dalam pengelolaan keuangan negara. Intinya saya masih memiliki kesanggupan dan intuisi untuk berfikir.
Dan gagasan-gagasan saya nantinya diharapkan bisa diterapkan. dan mencoba bagaimana saya bisa membuat negara ini menjadi lebih baik. Dimana transparan, akuntabel dan tidak ada indikasi yang mengarah kepada penyelewengan dana dan korupsi.
(dru/qom)
Apa saja catatan Ruki soal kondisi BPK saat ini? Berikut wawancara detikFinance dengan Ruki di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Bagaimana prosedur pengangkatan Ketua BPK? apakah dipilih dari anggota baru BPK? Sebenarnya bagaimana mekanismenya?
Menurut pak Hasan Bisri, pemilihan ketua BPK berdasarkan Undang-undang. Tata cara pemilihan tersebut tertuang di dalam UU BPK yang diatur juga oleh BPK. Namun menurut sepengetahuan saya, UU tersebut belum diterbitkan.
Tetapi yang jelas pemilihan dilakukan, dari dan oleh anggota BPK. Dan itu dilakukan sesudah para anggota BPK mengucapkan sumpah janji.
Jadi walaupun keppres sudah keluar namun belum bisa menentukan Ketua BPK karena memang sebelum mengucap sumpah janji kita masih dianggap calon anggota BPK.
Namun teknis pemilihannya saya sendiri belum mengetahui. Tata caranya belum tahu persis tetapi yang jelas diatur oleh peraturan BPK. Pengajuannya apakah paket atau orang per orang juga belum tahu.
Intinya ke-7 anggota baru ditambah 2 anggota lama yang sudah ada yakni, Pak Herman dan Pak Sapto akan memilih siapa diantara 9 tersebut yang menjadi ketua.
Kapan keppres tersebut keluar?
Kita baru akan mendapatkan infonya setelah paripurna hari ini. Saya sendiri masih belum mengetahuinya.
Setelah terpilih apa yang ingin Anda lakukan kedepan sebagai anggota BPK? apakah kasus Century akan menjadi prioritas bapak?
Menurut saya, Century itu cuma sebuah kasus. Yang harus diperbaiki di BPK adalah tata cara sistem dan pelaksanaan pengelolaan tanggung jawab keuangan negara, baik itu dari daerah atau dari pusat. Sehingga jika nanti diperiksa akan timbul opini wajar tanpa pengecualian, dan outcome dari opini tersebut akan menghasilkan daya guna.
Lebih lanjut saya akan memperbaiki pelaksanaan pengelolaan. Ini dilakukan oleh aparatur negara dan institusi pemerintah dalam melakukan pemeriksaan opininya. Dan seperti yang tadi saya kemukakan harusnya timbul sebuah opini wajar tanapa pengecualian.
Yang ketiga yakni menelusuri dan mengkaji penyaluran uang dari suatu institusi agar selalu akuntabel, namun tetap mengerjakan kewajiban seperti kasus-kasus baru yang diminta untuk diaudit. Seperti century yang memang diaudit untuk kepentingan tertentu.
Apa yang menjadi kendala BPK dalam melakukan audit ?
Sebenarnya, intinya SDM (Sumber Daya Manusia) yang kurang. Kurangnya personil para auditor yang kompeten merupakan sebuah kendala penting. Ditambah sistem kerja yang harus diubah.
Dari regulasi sendiri dalam melakukan audit ada kendala pak?
Regulasi sebenarnya tidak ada masalah karena bisa dibicarakan dengan pemerintah dan para anggota dewan di DPR. saya kira tidak menjadi masalah.
BPK sendiri di audit oleh lembaga seperti BPK dari Belanda, bagaimana?
Itu kan hanya kebiasaan saja. Sebuah auditor general yang dianggap lembaga independen memang sesuai dengan kebiasaan harus diaudit oleh lembaga yang setara di tingkat Internasional.
Ini bukan menjadi masalah penting karena memang BPK sendiri sebagai objek sebuah pemeriksaaan yang kompetensi dan independensi sangat dijunjung tinggi.
Apa sih yang menjadi dasar Anda untuk mencalonkan kembali menjadi anggota BPK setelah sebelumnya menjabat Ketua KPK dan sudah lama sebagai Komisaris?
Saya pikir saya masih punya sebuah kemampuan untuk berbuat. Ide saya untuk bisa diterapkan untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik, serta dalam pengelolaan keuangan negara. Intinya saya masih memiliki kesanggupan dan intuisi untuk berfikir.
Dan gagasan-gagasan saya nantinya diharapkan bisa diterapkan. dan mencoba bagaimana saya bisa membuat negara ini menjadi lebih baik. Dimana transparan, akuntabel dan tidak ada indikasi yang mengarah kepada penyelewengan dana dan korupsi.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:59 WIB
Sri Mulyani Anggap Korupsi Perjalanan Dinas Turunkan Martabat PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
