Menperin: Pembentukan KEK Sudah Terlambat
Selasa, 15/09/2009 13:20 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan pembentukan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai penjabaran dari RUU KEK yang disahkan oleh DPR secara mendasar sudah terlambat.
Seharusnya Indonesia sudah mulai melakukan pembenahan-pembehanan dalam upaya mendukung pembentukan KEK sejak 10 tahun lalu, diantaranya perbaikan infrastruktur, perbaikan pelayanan birokrasi dan lain.
"Mestinya sudah 10 tahun lalu, mestinya kita berbenah sejak 10 tahun lalu termasuk, program 10.000 MW, pembuatan jalan tol. Pembehanan pelayanan birokrasi, saat kita memulai perbaikan pelayanan. Jadi bisa dibilang terlambat," katanya.
Padahal kata dia, konsep KEK yang studi bandingnya ke Polandia dan China ini, ibarat meracik nasi goreng spesial, yang harus melebihi keunggulan-keunggulan khusus. Termasuk dengan memberikan fasilitas kemudahan ekspor, impor, investasi dan lain-lain.
Ia juga menyayangkan terkait beberapa pemda yang mengajukan KEK namun daerahnya tidak memiliki potensi komoditi ekspor sehingga hal tersebut sangat sulit. Padahal kata dia pembentukan KEK salah satunya menggenjot ekspor. Hal ini terjadi karena pemda belum faham betul mengenai esensi pembentukan KEK.
"Ada daerah yang tidak punya komoditi ekspor tapi ingin ada KEK. Apa jadinya," tanya Fahmi.
(hen/qom)
Seharusnya Indonesia sudah mulai melakukan pembenahan-pembehanan dalam upaya mendukung pembentukan KEK sejak 10 tahun lalu, diantaranya perbaikan infrastruktur, perbaikan pelayanan birokrasi dan lain.
"Mestinya sudah 10 tahun lalu, mestinya kita berbenah sejak 10 tahun lalu termasuk, program 10.000 MW, pembuatan jalan tol. Pembehanan pelayanan birokrasi, saat kita memulai perbaikan pelayanan. Jadi bisa dibilang terlambat," katanya.
Padahal kata dia, konsep KEK yang studi bandingnya ke Polandia dan China ini, ibarat meracik nasi goreng spesial, yang harus melebihi keunggulan-keunggulan khusus. Termasuk dengan memberikan fasilitas kemudahan ekspor, impor, investasi dan lain-lain.
Ia juga menyayangkan terkait beberapa pemda yang mengajukan KEK namun daerahnya tidak memiliki potensi komoditi ekspor sehingga hal tersebut sangat sulit. Padahal kata dia pembentukan KEK salah satunya menggenjot ekspor. Hal ini terjadi karena pemda belum faham betul mengenai esensi pembentukan KEK.
"Ada daerah yang tidak punya komoditi ekspor tapi ingin ada KEK. Apa jadinya," tanya Fahmi.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:59 WIB
Sri Mulyani Anggap Korupsi Perjalanan Dinas Turunkan Martabat PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
