PLN Masih Bahas Regionalisasi Tarif Listrik
Selasa, 15/09/2009 15:38 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) mengkaji beberapa skenario regionalisasi tarif pasca disahkannya Undang-undang (UU) ketenagalistrikan pekan lalu.
Menurut Direktur Sistem Jawa-Bali, Murtaqi Syamsudin menyatakan saat ini pihaknya sudah membentuk satuan tugas yang akan menindaklanjuti UU Ketenagalistrikan termasuk kajian tarif regional.
"Skenario regionalisasi tarif tersebut sedang dibahas," ujar Murtaqi dalam sosialisasi UU Ketenagalistrikan di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/9/2009).
Murtaqi menjelaskan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan survey kemampuan daya beli listrik berdasarkan golongan tarif listrik dan daerah sebelum tarif regional ini diterapkan.
"Selain itu, Kami juga sedang kaji beberapa tarif di sistem Jawa dengan konfigurasi jaringannya. Demikian pula di Sumatera," tandasnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan, kehadiran UU ini tidak akan memecah persatuan NKRI, namun untuk mewujudkan prinsip keadilan.
"Tidak usah khawatir, karena ada prinsip keadilan terhadap orang-orang yang tinggal di Menteng atau Pondok Indah dengan yang tinggal di desa dan dusun karena tarifnya akan berbeda-beda," kata Purnomo.
(epi/qom)
Menurut Direktur Sistem Jawa-Bali, Murtaqi Syamsudin menyatakan saat ini pihaknya sudah membentuk satuan tugas yang akan menindaklanjuti UU Ketenagalistrikan termasuk kajian tarif regional.
"Skenario regionalisasi tarif tersebut sedang dibahas," ujar Murtaqi dalam sosialisasi UU Ketenagalistrikan di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/9/2009).
Murtaqi menjelaskan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan survey kemampuan daya beli listrik berdasarkan golongan tarif listrik dan daerah sebelum tarif regional ini diterapkan.
"Selain itu, Kami juga sedang kaji beberapa tarif di sistem Jawa dengan konfigurasi jaringannya. Demikian pula di Sumatera," tandasnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan, kehadiran UU ini tidak akan memecah persatuan NKRI, namun untuk mewujudkan prinsip keadilan.
"Tidak usah khawatir, karena ada prinsip keadilan terhadap orang-orang yang tinggal di Menteng atau Pondok Indah dengan yang tinggal di desa dan dusun karena tarifnya akan berbeda-beda," kata Purnomo.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:59 WIB
Sri Mulyani Anggap Korupsi Perjalanan Dinas Turunkan Martabat PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
