Bakrie Life 'Cicil' Pengembalian Dana Nasabah 1% Per Bulan
Selasa, 15/09/2009 19:42 WIB
Foto: Bakrie Life
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menawarkan pengembalian dana para nasabahnya sebesar 1% per bulan, namun nasabah mentah-mentah menolak tawaran yang diberikan oleh manajemen Bakrie Life tersebut.
Para nasabah menilai tawaran yang diberikan terlalu kecil dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Seorang nasabah Bakrie Life yang tidak ingin disebutkan namanya dari Jakarta, menolak pengembalian dana investasi dengan mekanisme cicilan 1% per bulan tersebut. Dia mengharapkan pihak Bakrie Life bisa mengembalikan dana investasinya sesuai yang dijanjikan dengan pembayaran penuh.
"Saya hanya ingin uang saya kembali tanpa dicicil. Cicilan 1% itu apa manusiawi. Terlebih lagi ada tambahan syarat kalau 3 tahun di-review dan kondisi masih tidak baik, mereka bisa reshedule lagi. Itu keterlaluan," tegasnya usai pertemuan Direktur Bakrie Life dengan Nasabah di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Selasa (15/09/2009).
Nasabah tersebut mengatakan kemungkinan penyelesaian kasus melalui jalur hukum tetap terbuka. Namun saat ini para nasabah berharap dapat mendapat perlindungan dari regulator terkait yakni Bapepam-LK.
Bakrie Life sebelumya dikabarkan tidak mengembalikan dana investasi produk Diamond Investa beserta manfaat yang seharusnya diterima nasabah sejak pertengahan tahun lalu. Padahal imbal hasil yang diberikan perusahaan menjanjikan tingkat bunga sebesar 12% sampai 13%.
Jumlah dana investasi yang terkumpul dari produk itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 370 miliar.
Dana itu merupakan akumulasi dari sekitar 300 nasabah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta (179 orang), Bandung (83 orang), Surabaya (60 0rang), dan beberapa kota lain.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam tersebut diwarnai juga dengan tangisan dari beberapa nasabah.
Seorang wanita bersama anaknya mengatakan bahwa sempat terjadi adu argumen dan beberapa nasabah sempat mengeluarkan air mata meminta dana mereka kembali. "Malah ada yang diceraikan suaminya Mas," ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa sudah sejak berdirinya Bakrie Life dirinya menjadi nasabah tetap dan sangat kecewa akibat kejadian ini.
Sementara itu, seorang nasabah lain yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan, penempatan dana investasi produk Diamond Investa kemungkinan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam prospektus.
Sebelumnya, nasabah ditawarkan produk investasi dengan penempatan dana di obligasi (90%), saham (5%), dan deposito (5%).
"Pada kenyataannya, dana investasi tersebut tidak jelas dan transparan penempatannya. Bahkan, kami mendapatkan informasi bahwa hampir 70% dana investasi itu ditempatkan di instrumen saham. Ini yang menjadi kebingungan kami sebagai nasabah," tandasnya.
Sementara usai pertemuan tersebut, Presiden Direktur Bakrie Life Timoer Soetanto mengatakan pihak pemegang saham Bakrie Life menjamin dana nasabah.
"Dana nasabah dijamin oleh pemegang saham, jadi pada intinya tidak ada masalah keuangan, dana nasabah pasti akan kembali. Cuma masalah waktunya dan mekanismenya, itu yang dari tadi kami bicarakan. Tinggal tunggu waktunya saja," ujarnya singkat.
(dru/dnl)
Para nasabah menilai tawaran yang diberikan terlalu kecil dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Seorang nasabah Bakrie Life yang tidak ingin disebutkan namanya dari Jakarta, menolak pengembalian dana investasi dengan mekanisme cicilan 1% per bulan tersebut. Dia mengharapkan pihak Bakrie Life bisa mengembalikan dana investasinya sesuai yang dijanjikan dengan pembayaran penuh.
"Saya hanya ingin uang saya kembali tanpa dicicil. Cicilan 1% itu apa manusiawi. Terlebih lagi ada tambahan syarat kalau 3 tahun di-review dan kondisi masih tidak baik, mereka bisa reshedule lagi. Itu keterlaluan," tegasnya usai pertemuan Direktur Bakrie Life dengan Nasabah di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Selasa (15/09/2009).
Nasabah tersebut mengatakan kemungkinan penyelesaian kasus melalui jalur hukum tetap terbuka. Namun saat ini para nasabah berharap dapat mendapat perlindungan dari regulator terkait yakni Bapepam-LK.
Bakrie Life sebelumya dikabarkan tidak mengembalikan dana investasi produk Diamond Investa beserta manfaat yang seharusnya diterima nasabah sejak pertengahan tahun lalu. Padahal imbal hasil yang diberikan perusahaan menjanjikan tingkat bunga sebesar 12% sampai 13%.
Jumlah dana investasi yang terkumpul dari produk itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 370 miliar.
Dana itu merupakan akumulasi dari sekitar 300 nasabah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta (179 orang), Bandung (83 orang), Surabaya (60 0rang), dan beberapa kota lain.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam tersebut diwarnai juga dengan tangisan dari beberapa nasabah.
Seorang wanita bersama anaknya mengatakan bahwa sempat terjadi adu argumen dan beberapa nasabah sempat mengeluarkan air mata meminta dana mereka kembali. "Malah ada yang diceraikan suaminya Mas," ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa sudah sejak berdirinya Bakrie Life dirinya menjadi nasabah tetap dan sangat kecewa akibat kejadian ini.
Sementara itu, seorang nasabah lain yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan, penempatan dana investasi produk Diamond Investa kemungkinan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam prospektus.
Sebelumnya, nasabah ditawarkan produk investasi dengan penempatan dana di obligasi (90%), saham (5%), dan deposito (5%).
"Pada kenyataannya, dana investasi tersebut tidak jelas dan transparan penempatannya. Bahkan, kami mendapatkan informasi bahwa hampir 70% dana investasi itu ditempatkan di instrumen saham. Ini yang menjadi kebingungan kami sebagai nasabah," tandasnya.
Sementara usai pertemuan tersebut, Presiden Direktur Bakrie Life Timoer Soetanto mengatakan pihak pemegang saham Bakrie Life menjamin dana nasabah.
"Dana nasabah dijamin oleh pemegang saham, jadi pada intinya tidak ada masalah keuangan, dana nasabah pasti akan kembali. Cuma masalah waktunya dan mekanismenya, itu yang dari tadi kami bicarakan. Tinggal tunggu waktunya saja," ujarnya singkat.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
