PPA Catat 10 BUMN Sakit
Rabu, 16/09/2009 13:12 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mencatat ada 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk dalam kondisi kurang sehat alias sakit. Kebanyakan, masalah utamanya adalah kelebihan jumlah karyawan (overstaffing).
Hal ini disampaikan Direktur Utama PPA Boyke Mukijat di Gd. Sampoerna Strategic Selasa (15/9/2009) malam.
Menurut Boyke, BUMN umumnya memiliki karyawan dalam jumlah besar yang merupakan warisan masa lalu. Ketika itu BUMN tidak memiliki pesaing, sehingga cara untuk meningkatkan produksi adalah dengan menambah jumlah karyawan.
Boyke mengatakan, BUMN harus mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut. "BUMN harus melakukan downsizing atau rightsizing, untuk mencegah overhead yang tinggi," ujar Boyke.
Downsizing yang dimaksudkan oleh Boyke adalah pengurangan karyawan. Jika pengurangan tidak segera dilakukan, akan membebankan BUMN itu sendiri.
Selain kelebihan jumlah karyawan, teknologi BUMN yang ketinggalan zaman membuat aset-aset BUMN termasuk dalam kategori tidak produktif.
"Contohnya BUMN textil. Banyak mesin-mesin yang dimiliki industri sandang ini, tidak di-upgrade, hingga terjadi non earning asset," paparnya.
Usul Boyke, BUMN lebih baik melakukan penjualan aset yang sudah tidak produktif untuk mendapatkan dana segar. Kemudian setelah dana terkumpul, BUMN bisa mencari modal bisnis yang tepat.
(dro/dro)
Hal ini disampaikan Direktur Utama PPA Boyke Mukijat di Gd. Sampoerna Strategic Selasa (15/9/2009) malam.
Menurut Boyke, BUMN umumnya memiliki karyawan dalam jumlah besar yang merupakan warisan masa lalu. Ketika itu BUMN tidak memiliki pesaing, sehingga cara untuk meningkatkan produksi adalah dengan menambah jumlah karyawan.
Boyke mengatakan, BUMN harus mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut. "BUMN harus melakukan downsizing atau rightsizing, untuk mencegah overhead yang tinggi," ujar Boyke.
Downsizing yang dimaksudkan oleh Boyke adalah pengurangan karyawan. Jika pengurangan tidak segera dilakukan, akan membebankan BUMN itu sendiri.
Selain kelebihan jumlah karyawan, teknologi BUMN yang ketinggalan zaman membuat aset-aset BUMN termasuk dalam kategori tidak produktif.
"Contohnya BUMN textil. Banyak mesin-mesin yang dimiliki industri sandang ini, tidak di-upgrade, hingga terjadi non earning asset," paparnya.
Usul Boyke, BUMN lebih baik melakukan penjualan aset yang sudah tidak produktif untuk mendapatkan dana segar. Kemudian setelah dana terkumpul, BUMN bisa mencari modal bisnis yang tepat.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
