Bakrie Life Gagal Bayar Rp 400 Miliar
Rabu, 16/09/2009 15:40 WIB
Foto: Bakrie Life
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) diduga gagal membayar bunga serta pokok seluruh nasabahnya dengan nilai mendekati Rp 400 miliar. Hal itu ditengarai disebabkan penyelewengan penempatan portofolio yang dilakukan oleh manajemen perseroan.
"Total gagal bayar sekitar Rp 350-400 miliar," keluh salah seorang nasabah Bakrie Life , Rabu (16/9/2009).
Nasabah tersebut menduga, gagal bayar Bakrie Life disebabkan adanya penyelewengan penempatan portofolio yang melampaui batas dan terkonsentrasi pada saham-saham grup Bakrie.
"Kelihatannya ada kebijakan menyimpang ketika Bakrie Life dengan menumpukkan dana nasabah di saham grup sendiri (grup Bakrie) hingga 70-80%. Ini kan berpotensi melanggar aturan yang membolehkan penempatan hanya sekitar 5-10% di portofolio saham," ujarnya.
Ketika seluruh saham-saham grup Bakrie ambruk saat krisis tahun 2008, otomatis ikut menyeret portofolio Bakrie Life yang ditempatkan pada saham-saham grup Bakrie. Akhirnya, Bakrie Life pun tidak dapat mengalami gagal bayar lantaran dananya nyangkut saat kejatuhan tersebut.
Nasabah tersebut juga melihat ada itikad tidak baik dari manajemen Bakrie Life lantaran hendak mengalihkan tanggung jawab penyelesaian tunggakan kepada investor baru yang tidak bergerak di bidang asuransi.
"Bakrie Life menawarkan ke Maxima Financindo untuk membereskan dana kita dengan sistem cicilan, jelas kita tolak. Kita juga mempertanyakan apakah pengalihan itu sudah dilaporkan ke Bapepam atau belum. Kita khawatir akuisisi sebuah perusahaan asuransi oleh industri keuangan non asuransi dalam posisi bermasalah seperti ini pasti ditolak otoritas,” katanya.
Sehubungan dengan informasi itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) merespons dengan berencana melakukan pemeriksaan terhadap agen-agen penjual produk-produk asuransi milik Bakrie Life. Seperti diketahui, Bakrie Life juga menjadi anggota AAJI.
Kendati demikian, Direktur Eksekutif AAJI Stephen Juwono mengakui, sampai saat ini baik Bapepam-LK maupun AAJI belum bisa berbuat banyak untuk menangani masalah ini, apalagi melakukan intervensi secara langsung.
"Kita tidak bisa campur tangan karena ini persoalan internal antara nasabah dan industri penerbit polis. Bapepam juga dari hasil diskusi dengan kami, belum melakukan apa-apa," ujar Stephen.
Namun untuk tahap awal, lanjut Stephen, AAJI telah menyurati baik BL mapun nasabahnya sebagai bagian dari upaya menyelesaiakn kisruh tersebut.
"Kita sudah menyurati BL karena ada komplain dari nasbah, mengingat BL adalah member AAJI. Sementara itu kita juga menyurati nasabah dan meminta duplikat polis mereka," katanya.
Menurut Stephen, melalui data polis nasabah tersebut, pihaknya dapat menelusuri dari sisi agen, apakah agen penjual produk asuransi Bl itu sudah tersertifikasi atau belum.
"Jika ada yang belum tersertifikasi tentu kita akan berikan sanksi," katanya.
(dro/qom)
"Total gagal bayar sekitar Rp 350-400 miliar," keluh salah seorang nasabah Bakrie Life , Rabu (16/9/2009).
Nasabah tersebut menduga, gagal bayar Bakrie Life disebabkan adanya penyelewengan penempatan portofolio yang melampaui batas dan terkonsentrasi pada saham-saham grup Bakrie.
"Kelihatannya ada kebijakan menyimpang ketika Bakrie Life dengan menumpukkan dana nasabah di saham grup sendiri (grup Bakrie) hingga 70-80%. Ini kan berpotensi melanggar aturan yang membolehkan penempatan hanya sekitar 5-10% di portofolio saham," ujarnya.
Ketika seluruh saham-saham grup Bakrie ambruk saat krisis tahun 2008, otomatis ikut menyeret portofolio Bakrie Life yang ditempatkan pada saham-saham grup Bakrie. Akhirnya, Bakrie Life pun tidak dapat mengalami gagal bayar lantaran dananya nyangkut saat kejatuhan tersebut.
Nasabah tersebut juga melihat ada itikad tidak baik dari manajemen Bakrie Life lantaran hendak mengalihkan tanggung jawab penyelesaian tunggakan kepada investor baru yang tidak bergerak di bidang asuransi.
"Bakrie Life menawarkan ke Maxima Financindo untuk membereskan dana kita dengan sistem cicilan, jelas kita tolak. Kita juga mempertanyakan apakah pengalihan itu sudah dilaporkan ke Bapepam atau belum. Kita khawatir akuisisi sebuah perusahaan asuransi oleh industri keuangan non asuransi dalam posisi bermasalah seperti ini pasti ditolak otoritas,” katanya.
Sehubungan dengan informasi itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) merespons dengan berencana melakukan pemeriksaan terhadap agen-agen penjual produk-produk asuransi milik Bakrie Life. Seperti diketahui, Bakrie Life juga menjadi anggota AAJI.
Kendati demikian, Direktur Eksekutif AAJI Stephen Juwono mengakui, sampai saat ini baik Bapepam-LK maupun AAJI belum bisa berbuat banyak untuk menangani masalah ini, apalagi melakukan intervensi secara langsung.
"Kita tidak bisa campur tangan karena ini persoalan internal antara nasabah dan industri penerbit polis. Bapepam juga dari hasil diskusi dengan kami, belum melakukan apa-apa," ujar Stephen.
Namun untuk tahap awal, lanjut Stephen, AAJI telah menyurati baik BL mapun nasabahnya sebagai bagian dari upaya menyelesaiakn kisruh tersebut.
"Kita sudah menyurati BL karena ada komplain dari nasbah, mengingat BL adalah member AAJI. Sementara itu kita juga menyurati nasabah dan meminta duplikat polis mereka," katanya.
Menurut Stephen, melalui data polis nasabah tersebut, pihaknya dapat menelusuri dari sisi agen, apakah agen penjual produk asuransi Bl itu sudah tersertifikasi atau belum.
"Jika ada yang belum tersertifikasi tentu kita akan berikan sanksi," katanya.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
