detikfinance

Penurunan BM Impor Gula Tidak Sampai Rp 0 Per Kg

Suhendra - detikfinance
Kamis, 17/09/2009 10:28 WIB
Foto: (Istimewa)
Jakarta - Pemerintah memastikan kebijakan penurunan bea masuk impor gula rafinasi dan raw sugar tidak akan mencapai ke angka Rp 0 per kg dari posisi saat ini masing-masing Rp 750 per kg untuk gula rafinasi dan Rp 550 per kg untuk raw sugar .

"Ya (tidak sampai Rp 0), tetap dalam tataran itu (melindungi petani) dan memberikan insentif untuk produksi di dalam negeri, kan raw sugar pengolahannya di dalam negeri," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat ditemui di gedung DPR Rabu malam (16/9/2009).

Mari mengatakan penurunan bea masuk impor gula ini tidak terlepas upaya pemerintah untuk tetap menjaga keseimbangan harga antara harga gula di dalam negeri dan luar negeri. Menyusul saat ini terjadi lonjakan harga gula di dalam negeri.

"Bea masuk itu kan instrument trade menjaga keseimbangan di dalam dan luar negeri," katanya.

Ia menjelaskan penurunan bea masuk ini diharapkan bisa menurunkan harga gula di dalam negeri. Mengingat harga gula di internasional masih tinggi, sehingga proteksi terhadap petani (gula) di dalam negeri sedikit dikurangi, namun pemerintah tetap menjaganya dengan tidak menghapuskan tarif bea masuknya.

"Saya tidak ingat angkanya," kilah Mari saat ditanya berapa besaran penurunannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemerintah telah menetapkan penurunan bea masuk untuk produk gula rafinasi (untuk industri) menjadi Rp 400 per kg dari sebelumnya Rp 750 per kg. Sedangkan untuk gula mentah atau raw sugar turun menjadi Rp 150 per kg dari sebelumnya Rp 550 per kg.



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.