Laporan dari Roma
Kepala BKPM: RI Bangkit sebagai Pemenang Setelah Krisis
Kamis, 17/09/2009 10:57 WIB
Lutfi Briefing di Parlemen Italia (ml/es,)
Roma - Menghadapi krisis sejak tahun lalu, bangsa Indonesia berhasil bangkit sebagai pemenang setelah mengambil pelajaran penting dari krisis ekonomi 1997 dengan melakukan reformasi total.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi sebagai pembicara kunci pada sesi briefing bertema Building the World’s 3rd Largest Democracy di Gedung Parlemen Italia, Roma, 15/9/2009.
Menurut Lutfi, reformasi total itu meliputi demokratisasi, transparansi kebijakan, zero tolerance untuk korupsi, pemerintahan bersih dan ekonomi efisien. "Di samping juga perubahan pola pikir yang melahirkan ‘Indonesia Baru’ yang pro bisnis, pro pertumbuhan dan pro lapangan kerja," tandas Lutfi.
Briefing di parlemen Italia ini terselenggara atas kerjasama KBRI Roma bersama Asosiasi Indonesia – Italia untuk Persahabatan dan Kerjasama (IIAFC). Sesi ini dihadiri oleh lebih dari 70 orang penting di Italia, termasuk anggota parlemen, investor, pengusaha, bankir dan wartawan.
"Tujuannya untuk memberikan pemahaman komprehensif dan update mengenai perkembangan politik, ekonomi dan sosial Indonesia pasca peledakan bom di Jakarta pada Juli 2009 lalu," jelas Konselor Pensosbud Musurifun Lajawa kepada detikcom.
Kepala BKPM Lutfi memaparkan bahwa kini Undang-undang Investasi Indonesia mencakup antara lain equal treatment, yakni perlakukan sama antara penanaman modal dalam negeri dengan penanaman modal asing. Juga investasi tanpa persyaratan modal minimal, kebebasan untuk merepatriasi keuntungan, jaminan hukum, penyelesaian sengketa dan pelayanan investasi.
Terkait dengan kesempatan investasi, Lutfi menekankan pentingnya berinvestasi di sektor listrik dan infrastruktur, karena sektor ini akan mendorong tumbuhnya kalangan kelas-kelas menengah baru, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dijelaskan pula bahwa kesempatan investasi di Indonesia terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu: industri dengan tingkat kompetensi tinggi, industri dengan keunggulan komparatif, dan industri penyerap tenaga kerja.
"Dalam industri dengan tingkat kompetensi tinggi, nilai investasi asing di Indonesia di sektor otomotif di 2009 lebih besar dibandingkan dengan investasi serupa di Malaysia dan Thailand," terang Lutfi dengan senyum khasnya.
Sedangkan dalam industri penyerap tenaga kerja seperti sektor sepatu, Indonesia telah menjadi tujuan investasi perusahaan-perusahaan bermerek dunia, sebagaimana tercermin dengan pemindahan pabrik-pabrik sepatu dari Cina dan Vietnam ke Indonesia.
"Untuk industri dengan keunggulan komparatif, dunia mengakui Indonesia memiliki sektor keuangan kuat dan stabil," demikian Lutfi.
(es/es)
Hal itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi sebagai pembicara kunci pada sesi briefing bertema Building the World’s 3rd Largest Democracy di Gedung Parlemen Italia, Roma, 15/9/2009.
Menurut Lutfi, reformasi total itu meliputi demokratisasi, transparansi kebijakan, zero tolerance untuk korupsi, pemerintahan bersih dan ekonomi efisien. "Di samping juga perubahan pola pikir yang melahirkan ‘Indonesia Baru’ yang pro bisnis, pro pertumbuhan dan pro lapangan kerja," tandas Lutfi.
Briefing di parlemen Italia ini terselenggara atas kerjasama KBRI Roma bersama Asosiasi Indonesia – Italia untuk Persahabatan dan Kerjasama (IIAFC). Sesi ini dihadiri oleh lebih dari 70 orang penting di Italia, termasuk anggota parlemen, investor, pengusaha, bankir dan wartawan.
"Tujuannya untuk memberikan pemahaman komprehensif dan update mengenai perkembangan politik, ekonomi dan sosial Indonesia pasca peledakan bom di Jakarta pada Juli 2009 lalu," jelas Konselor Pensosbud Musurifun Lajawa kepada detikcom.
Kepala BKPM Lutfi memaparkan bahwa kini Undang-undang Investasi Indonesia mencakup antara lain equal treatment, yakni perlakukan sama antara penanaman modal dalam negeri dengan penanaman modal asing. Juga investasi tanpa persyaratan modal minimal, kebebasan untuk merepatriasi keuntungan, jaminan hukum, penyelesaian sengketa dan pelayanan investasi.
Terkait dengan kesempatan investasi, Lutfi menekankan pentingnya berinvestasi di sektor listrik dan infrastruktur, karena sektor ini akan mendorong tumbuhnya kalangan kelas-kelas menengah baru, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dijelaskan pula bahwa kesempatan investasi di Indonesia terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu: industri dengan tingkat kompetensi tinggi, industri dengan keunggulan komparatif, dan industri penyerap tenaga kerja.
"Dalam industri dengan tingkat kompetensi tinggi, nilai investasi asing di Indonesia di sektor otomotif di 2009 lebih besar dibandingkan dengan investasi serupa di Malaysia dan Thailand," terang Lutfi dengan senyum khasnya.
Sedangkan dalam industri penyerap tenaga kerja seperti sektor sepatu, Indonesia telah menjadi tujuan investasi perusahaan-perusahaan bermerek dunia, sebagaimana tercermin dengan pemindahan pabrik-pabrik sepatu dari Cina dan Vietnam ke Indonesia.
"Untuk industri dengan keunggulan komparatif, dunia mengakui Indonesia memiliki sektor keuangan kuat dan stabil," demikian Lutfi.
(es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
