Vicenza Oro Choice
Jewellery Indonesia Tembus Italia, Transaksi Awal Rp2,6 Miliar
Sabtu, 19/09/2009 02:57 WIB
Vicenza - Produk jewellery Indonesia berhasil menembus pasar Italia dalam pameran eksklusif Vicenza Oro Choice dan mencatat hasil transaksi penjualan di tempat EUR182.886 atau Rp2,6 miliar.
Hal itu disampaikan Atase Perdagangan KBRI Roma Frank Kandou kepada detikfinance, Jumat petang waktu Eropa Tengah atau Sabtu (19/9/2009) WIB.
Selain penjualan langsung di tempat, tercatat pula sejumlah komitmen pembeli yang akan mengirimkan disain pesanan kepada pengusaha Indonesia dan merencanakan untuk meninjau atelier (bengkel kerja) pengrajin di Indonesia.
Kandou mengatakan, dari pengamatan terhadap minat dan komentar para pengunjung pameran, produk jewellery mutiara air laut dari perairan Lombok dinilai lebih bagus kualitasnya dibandingkan produk mutiara dari Cina yang dibudidayakan di air tawar.
"Menurut mereka perhiasan mutiara Indonesia lebih cocok terutama untuk dikombinasikan dengan batu permata seperti berlian," demikian Kandou.
Ditambahkan bahwa custom jewellery Indonesia tidak kalah bersaing di pasar Eropa, seperti terlihat dari besarnya nilai kontrak penjualan Karga Kreasindo (Solo) dengan wholesaler Gino Srl (Verona, Italia), yang mencapai EUR60.000,00 untuk jenis mutiara kombinasi berlian. Karga Kreasindo akan mengirim pesanan secara bertahap hingga Januari 2010 kepada Gino Srl, yang memiliki jaringan 32 outlet di Italia dan Yunani.
Selain itu, perusahaan Ghana Export (Bali) juga akan menjalin bisnis dengan pengusaha Polandia, yang memiliki jaringan pemasaran di negaranya untuk mengisi museum patung para raja terbuat dari perak dikombinasikan dengan kayu mahagoni.
Presiden dari Fiera di Vicenza (Vicenza Fair), Dino Menarin, dalam sambutan pembukaan yang dihadiri antara lain oleh Wakil Menteri Ekonomi Italia, Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar dan Walikota Vicenza, menyampaikan penghargaan khusus atas partisipasi Indonesia.
Menarin memuji bahwa produk-produk perhiasan Indonesia setara dengan produk-produk sejenis dari berbagai negara dan mengharap agar Indonesia tetap hadir dalam Vicenza Oro Choice Italia di tahun-tahun yang akan datang.
Pameran Vicenza Oro Choice Italia (12-16/9/2009) mencakup areal seluas 23.000 m2, diikuti 993 pengusaha perhiasan Italia dan 340 pengusaha dari berbagai negara, termasuk 12 pengusaha dan perancang perhiasan Indonesia dari Jakarta, Bogor, Solo, Semarang, Bali dan Lombok, yang difasilitasi oleh KBRI Roma bekerjasama dengan BPEN (Depdag).
Stand Indonesia menempati lahan 120 m2, menampilkan beragam jewellery kelas dunia dengan disain eksotik dari bahan emas, perak, batu permata, mutiara, kerang-kerangan, dan kombinasi kayu. Sebagian besar bermotif budaya khas Indonesia dan diproduksi secara handmade, seperti custom jewellery dan fine jewellery.
Italia adalah eksportir perhiasan terbesar kedua di Uni Eropa setelah Belgia dan importir ketiga setelah Inggris dan Prancis.
Berdasarkan data statistik Italia (Istat) tahun 2008, Indonesia menduduki peringkat ke-30 negara pengekspor produk perhiasan ke Italia dengan pangsa pasar sebesar 0,26% dan nilai ekspor sebesar US$ 23,283 juta. Nilai tersebut naik cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, yakni US$ 15,878 juta (2007) dan US$ 8,626 juta (2006).
(es/es)
Hal itu disampaikan Atase Perdagangan KBRI Roma Frank Kandou kepada detikfinance, Jumat petang waktu Eropa Tengah atau Sabtu (19/9/2009) WIB.
Selain penjualan langsung di tempat, tercatat pula sejumlah komitmen pembeli yang akan mengirimkan disain pesanan kepada pengusaha Indonesia dan merencanakan untuk meninjau atelier (bengkel kerja) pengrajin di Indonesia.
Kandou mengatakan, dari pengamatan terhadap minat dan komentar para pengunjung pameran, produk jewellery mutiara air laut dari perairan Lombok dinilai lebih bagus kualitasnya dibandingkan produk mutiara dari Cina yang dibudidayakan di air tawar.
"Menurut mereka perhiasan mutiara Indonesia lebih cocok terutama untuk dikombinasikan dengan batu permata seperti berlian," demikian Kandou.
Ditambahkan bahwa custom jewellery Indonesia tidak kalah bersaing di pasar Eropa, seperti terlihat dari besarnya nilai kontrak penjualan Karga Kreasindo (Solo) dengan wholesaler Gino Srl (Verona, Italia), yang mencapai EUR60.000,00 untuk jenis mutiara kombinasi berlian. Karga Kreasindo akan mengirim pesanan secara bertahap hingga Januari 2010 kepada Gino Srl, yang memiliki jaringan 32 outlet di Italia dan Yunani.
Selain itu, perusahaan Ghana Export (Bali) juga akan menjalin bisnis dengan pengusaha Polandia, yang memiliki jaringan pemasaran di negaranya untuk mengisi museum patung para raja terbuat dari perak dikombinasikan dengan kayu mahagoni.
Presiden dari Fiera di Vicenza (Vicenza Fair), Dino Menarin, dalam sambutan pembukaan yang dihadiri antara lain oleh Wakil Menteri Ekonomi Italia, Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar dan Walikota Vicenza, menyampaikan penghargaan khusus atas partisipasi Indonesia.
Menarin memuji bahwa produk-produk perhiasan Indonesia setara dengan produk-produk sejenis dari berbagai negara dan mengharap agar Indonesia tetap hadir dalam Vicenza Oro Choice Italia di tahun-tahun yang akan datang.
Pameran Vicenza Oro Choice Italia (12-16/9/2009) mencakup areal seluas 23.000 m2, diikuti 993 pengusaha perhiasan Italia dan 340 pengusaha dari berbagai negara, termasuk 12 pengusaha dan perancang perhiasan Indonesia dari Jakarta, Bogor, Solo, Semarang, Bali dan Lombok, yang difasilitasi oleh KBRI Roma bekerjasama dengan BPEN (Depdag).
Stand Indonesia menempati lahan 120 m2, menampilkan beragam jewellery kelas dunia dengan disain eksotik dari bahan emas, perak, batu permata, mutiara, kerang-kerangan, dan kombinasi kayu. Sebagian besar bermotif budaya khas Indonesia dan diproduksi secara handmade, seperti custom jewellery dan fine jewellery.
Italia adalah eksportir perhiasan terbesar kedua di Uni Eropa setelah Belgia dan importir ketiga setelah Inggris dan Prancis.
Berdasarkan data statistik Italia (Istat) tahun 2008, Indonesia menduduki peringkat ke-30 negara pengekspor produk perhiasan ke Italia dengan pangsa pasar sebesar 0,26% dan nilai ekspor sebesar US$ 23,283 juta. Nilai tersebut naik cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, yakni US$ 15,878 juta (2007) dan US$ 8,626 juta (2006).
(es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
