BII Rugi Rp 67 Miliar
Sabtu, 19/09/2009 14:41 WIB
Foto: BII
Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mencatat rugi bersih sebesar Rp 67 miliar di semester I-2009. Data ini didapatkan dari laporan keuangan konsolidasi (audit) milikinya pada 30 juni 2009. Namun BII tetap optimis cetak laba di akhir tahun 2009, dengan kebijakan pencadangan yang konservatif dan penguatan tim manajeman.
Kerugian bersih yang BII alami di 6 bulan pertama disebabkan tingginya biaya pencadangan kerugian kredit.
Melalui penerapan kebijakan provisioning kredit yang lebih konsenvatif, BII cetak kerugian sebesar Rp 896 miliar atau 52% di semester I-2009. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekomoni saat ini dan juga penilaian terhadap portofolio yang ada.
Kuartal I-2009 BII telah meningkatkan biaya pencadangan kerugian kredit guna perbaikan kinerja kredit anak perusahaannya, PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM).
Kenaikan pencadangan kerugian juga mengakibatkan rasio loan loss coverage BII berada di level 103,59%. Kenaikan pencadangan ini dinilai hanya one time event saja, dan tidak berkaitan langsung dengan kinerja keseluruhan BII.
"Kebijakan provisioning konservatif yang ditempuh manajemen BII adalah sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan pemegang saham mayoritas kami, Maybank," kata Presiden Direktur BII Ridha Wirakusumah, melalui siaran pers yang diterima detikFinance , Sabtu (19/9/2009).
Ridha menambahkan, tim manajemen BII juga telah diperkuat dengan adanya Bankir-bankir yang berpengalaman. Mereka terbukti berhasil menyelesaikan upaya transformasi dan pembangunan kembali.
"Saya optimis dengan prospek BII ke depan. Dengan penyesuaian-penyesuaian tersebut, kami yakin BII siap untuk pertumbuhan berkelanjutan, yang dimulai 2010 dan seterusnya," ujarnya.
Optimisme serupa disampaikan Group CEO Maybank dan Komisaris BII Dato' Sri Abdul wahid Omar. Dia mengatakan, akan mendukung kebijakan yang diambil manajemen untuk memperbaiki dann memperkuat posisi keuangan BII, guna pertumbuhan pada masa yang akan datang.
"Komitmen Maybank terhadap BII dan ekonomi Indonesia adalah untuk jangka panjang dan tidak akan berubah," tambah Dato'.
BII sampai saat ini meraih pendapatan bunga bersih Rp 1,49 triliun atau meningkat 6%. Ini diakibatkan melebarnya spread bunga jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk pendapatan operasional naik 37% menjadi Rp 806 miliar, yang berasal dari komisi dan fee di luar kredit, keuntungan transaksi valas, dan remitansi.
(dnl/dnl)
Kerugian bersih yang BII alami di 6 bulan pertama disebabkan tingginya biaya pencadangan kerugian kredit.
Melalui penerapan kebijakan provisioning kredit yang lebih konsenvatif, BII cetak kerugian sebesar Rp 896 miliar atau 52% di semester I-2009. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekomoni saat ini dan juga penilaian terhadap portofolio yang ada.
Kuartal I-2009 BII telah meningkatkan biaya pencadangan kerugian kredit guna perbaikan kinerja kredit anak perusahaannya, PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM).
Kenaikan pencadangan kerugian juga mengakibatkan rasio loan loss coverage BII berada di level 103,59%. Kenaikan pencadangan ini dinilai hanya one time event saja, dan tidak berkaitan langsung dengan kinerja keseluruhan BII.
"Kebijakan provisioning konservatif yang ditempuh manajemen BII adalah sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan pemegang saham mayoritas kami, Maybank," kata Presiden Direktur BII Ridha Wirakusumah, melalui siaran pers yang diterima detikFinance , Sabtu (19/9/2009).
Ridha menambahkan, tim manajemen BII juga telah diperkuat dengan adanya Bankir-bankir yang berpengalaman. Mereka terbukti berhasil menyelesaikan upaya transformasi dan pembangunan kembali.
"Saya optimis dengan prospek BII ke depan. Dengan penyesuaian-penyesuaian tersebut, kami yakin BII siap untuk pertumbuhan berkelanjutan, yang dimulai 2010 dan seterusnya," ujarnya.
Optimisme serupa disampaikan Group CEO Maybank dan Komisaris BII Dato' Sri Abdul wahid Omar. Dia mengatakan, akan mendukung kebijakan yang diambil manajemen untuk memperbaiki dann memperkuat posisi keuangan BII, guna pertumbuhan pada masa yang akan datang.
"Komitmen Maybank terhadap BII dan ekonomi Indonesia adalah untuk jangka panjang dan tidak akan berubah," tambah Dato'.
BII sampai saat ini meraih pendapatan bunga bersih Rp 1,49 triliun atau meningkat 6%. Ini diakibatkan melebarnya spread bunga jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk pendapatan operasional naik 37% menjadi Rp 806 miliar, yang berasal dari komisi dan fee di luar kredit, keuntungan transaksi valas, dan remitansi.
(dnl/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
